Judul buku : Keajaiban Shalat Subuh
Pengarang : Imad Ali Abas Sami Husain
Halaman : 167 halaman
Penerbit : Wacana Ilmiah Press
Keajaiban Shalat Subuh
Shalat subuh ya….shalat dimana kebanyakan orang muslim enggan, malas mengerjakan berjamaah di masjid dengan berbagai alasan, dingin, ngantuk, terlebih jika musim hujan kebanyakan lebih memilih untuk tidur kembali. Kita tahu sendiri kalau shalat magrib, isya, jum’at, masjid-masjid serasa sesak penuh akan jamaah, itu sungguh luar biasa. Tetapi saat shalat subuh, masjid hanya terdiri dari satu shaf, setengah atau bahkan sedikit lagi jamaahnya, dan kebanyakan jamaah terdiri dari mereka yang punggungnya telah membungkuk, tulang-tulangnya sudah mulai rapuh, serta rambutnya yang sudah memutih dan jarang sekali terlihat pemuda yang berada disana.
Shalat subuh sendiri diambil dari kata shobuha-yasbuhu-ishbahan wa shobihan. Shobuha yang artinya wajah yang bersinar dan menawan, sedangkan al-ishbah adalah waktu pagi. Untuk itu waktu shalat subuh adalah ketika terbitnya fajar. Rasulullah menjelaskan bahwa masuk waktu fajar ketika (warna gelap diakhir malam yang sudah bercampur dengan putihnya cahaya pagi). Dan akhir waktu fajar yaitu ketika matahari terbit. Hokum melaksanakan shalat sebelum masuk waktunya hukumnya tidak sah (menurut mayoritas ulama), baik secara sengaja atau tudak tahu sudah melaksanakan sebagian atau seluruhnya.
Keutamaan shalat subuh sungguh banyak sekali, diantaranya shalat subuh merupakan shalat yang disaksikan oleh Malaikat Allah. Allah memberikan balasan dari pelaksanaan shalat subuh dengan ditinggikan derajat dan dinaikkannya kedudukan. Jika diuraikan ada beberapa keutamaan dari shalat subuh, antara lain;
a. Shalat subuh merupakan factor dilapangkannya rezeki.
Madksud dari dilapangkannya rezeki bahwa ketaatan kepada Allah dengan cara menjaga untuk terus dalam melaksanakan shalat subuh secara berjamaah secara konsisten, akan mendatangkan taufik dari Allah sehingga nantinya seseorang akan mendapatkan keridhoan dan kelurusan sari Allah yang pada sisa harinya mendapatkan pertolongan dan kemudahan dalam segala urusannya. Allah memberitahukan kepada kita bahwa rezeki bisa bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
b. Shalat subuh menjaga diri seorang muslim.
Berarti seorang muslim yang melaksanakan shalat subuh selalu dalam lindungan, penjagaan dan pemeliharaan Allah. Oleh karena itu para pemuda yang takut terkena fitnah dengan wanita, mulailah harinya dengan shalat subuh niscaya akan berada dalam lindungan Allah. Untuk orang yang ingin keluar rumah untuk berpergian namun khawatir akan bahaya dan perasaan tidak enak ketika dijalan maka mulailah harinya dengan shalat subuh niscaya selalu dalam perlindungan dan penjagaan Allah. Untuk orang yang khawatir akan anak-anaknya kelak masuk neraka, laksanakanlah shalat subuh, perintahkanlah juga keluarganya untuk melaksanakannya niscaya orang itu dan anknya berada dalam jaminan Allah.
c. Shalat subuh sama halnya dengan shalam malam semalam suntuk.
Seorang muslim dimana ia melaksanakan shlat isya secara berjamaah maka pahala yang didapatnya seperti pahala shalat selama setengah malam, dan jika melaksanakan shalat subuh berjamaah maka mendpatkan pahala seperti shalat semalam suntuk.
d. Shalat malam adalah tolak ukur keimanan.
Mengukur keimanan seseorang tidaklah sulit, cukup mengukuranya dengan shalat subuh, shalat isya,karena kedua shalat ini merupakan tolak ukur kejujuran dan iman seseorang serta mengukur sejauh mana keikhlasannya. Sebab selain kedua shalat ini mudah dilakukan setiap muslim. Meskipun demikian ukuran keimanan seseorang tidak hanya dilihat dari melaksanakan shalat subuh dan isya berjamaah saja, tetapi masih ada ukuran yang lebih detail lagi.
e. Shalat subuh adalah penyelamat dari neraka.
Ini merupakan ketetapan dari Rasulullah bahwa siapa yang melaksanakan shalat subuh dan asar, maka ia tidak akan masuk meraka dengan izin Allah.
f. Shalat subuh adalah salah satu penyebab seseorang masuk surga.
Menurut sabda Rasulullah siapa yang melaksanakan 2 shalat bardain, ia akan masuk surga. Shalat bardain adalah shalat subuh dan asar, disebut shalat bardain karena keduanya dilaksanakan pada waktu dinginnya siang, tepatnya pada kedua ujung siang, ketika suasana tidak ada terik panas.
g. Shalat subuh merupakan kesaksian, bukti khususnya bagi yang konsisten melaksanakannya.
Diantara keutamaan shalat subuh adalah Allah menjadikan sebagai kesaksian, bukti khususnya bagi orang yang konsisten melaksanakannya. Karena shalat subuh merupakan shalat yang disaksikan oleh para malaikat, selain shalat subuh, adalah shalat asar.
h. Shalat subuh adalah kunci kemanangan.
Dahulu Rasulllah ketika hendak berperang, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh atau beliau akan mulai perang dipagi hari, beliau menunggu sampai siap dan menunggu waktu shalat tiba. Sehingga disini nampak faedahnya diakhirnya mendapat kemenangan atas kaum Yahudi. Karena waktu shalat adalah saat kemungkinan besar doa akan dikabulkan.
Itulah beberapa keutamaan shalat subuh yang disebutkan dan dijelaskan dalam buku ini, jika disebutkan semua ketutamaan-keutanaannya sungguh banyak tidak bisa terhitung lagi. Selain keutamaan shalat subuh selanjutnya mengenai kiat-kiat untuk memelihara pelaksanaan shalat subuh secara konsisten. Dalam buku ini kurang lebih terdapat 14 kiat untuk memelihara shalat subuh. Yang pertama, tidur lebih awal, Nabi membenci orang-orang yang tidur sebelum isya dan mengobrol setelah isya. Orang yang tidur sebelum isya pada malamnya biasanya menjadi malas dan orang muslim sebaiknya jangan mengobrol setelah isya. Hal ini dimakruhkan karena biasanya akan membawa untuk begadang semalaman, sehingga ketika tersadar tidak sanggup untuk bangun shalat malam atau tidak bisa melaksanakan shalat subuh pada waktunya. Yang tidak diperbolehkan disini adalah mengobrol yang tidak ada manfaatnya. Tetapi jika mengobrol mengenai hal-hal yang didalamnya terdapat kebaikan maka diperbolehkan. Sebagai contoh berbicara dalam rangka mempelajari ilmu dan lainnya. Kedua niat yang tulus dan tekad yang kuat ketika akan tidur, ketika akan tidur niatkanlah untuk bangun guna melaksanakan shalat subuh. Ketiga bersungguh-sungguh dalam bersuci dan membaca dzikir sebelum tidur, ini termasuk cara yang mempermudah seseorang untuk bisa melaksanakan shalat subuh bersuci dan berdzikir menjamin kebugaran badan seseorang (fisik dan rohani). Keempat berdzikir kepada Allah ketika terbangun dari tidur, ketika terbangun dari tidur segerakanlah berdzikir kepada Allah dengan begitu ia akan terdorong untuk bangun, berwudhu dan shalat, dengan begitu ia berhasil menyingkirkan shetan. Pada pagi harinya juga akan dalam keadaan segar dan bersemangat. Kelima meminta bantuan keluarga atau orang disekitarnya untuk membangunkan, misalnya sebelum tidur berpesan kepada orang yang ada disekitarnya untuk membangunkan. Misalnya jika dirumah minta tolong ibu, ayah atau saudara. Jika di kost atau pondok minta tolong teman untuk membangunkan. Keenam menggunakan alat-alat, contoh paling sering dengan jam beker atau alaram di HP. Ketujuh tidak banyak makan sebelum tidur, karena banyak makan merupakan salah satu faktor paling utama penyebab malas untuk bangun tidur. Hendaknya makan malam selepas magrib sehingga makanan yang tercerna ketika melaksanakan shalat isya. Kedelapan tidur disiang hari, dengan istirahat disiang hari akan menjadikan tidur dimalam hari menjadi stabil. Kesembilan jagan tidur sendirian, jangan tidur sendirian disini yang artinya tidur ditempat yang jauh , yang tidak pernah terbayang kalau ada orang yang mau tidur disana. Contohnya tidur diatas loteng rumah. Kesepuluh memercikkan air di wajah orang yang tidur, dengan memercikkan air kewajah orang yang tidur akan menjadikan bersemangat yang mengusir kemalasan. Tetapi jika dengan menggunakan cara ini yang membangunkan harus bersikap bijak, karena biasanya jika orang tidur dan dibangunkan dengan cara yang keterlaluan maka akan marah. kesebelas Menyalakan penerang dan lampu listrik, dengan menyalakan lampu ketika terbangun bisa mengusir ngantuk karena ada cahaya yang terang dari lampu tadi. keduabelas Tekad yang kuat untuk bangun, caranya ketika bangun langsung meloncat bangun, jangan bangun setahap demi setahap karena biasanya justru akan tidur kembali. Ketigabelas jangan salah dalam mempraktikan sunnah “berbaring”, terkadang jika seseorang telah selesai melaksanakan shalat sunnah lalu berbaring sejenak, tetapi berbaringnya justru kebablasan tidur sampai matahari terbit. Supaya tidak terjadi hal demikian maka harus berbaring sesuai cara yang dilakukan oleh Nabi yaitu dengan berbaring kekanan dengan meletakkan kepala pada telapak tangan sembari menegakkan lengannya. Keempatbelas membantu diri dengan berbuat taat kepada Allah di siang hari, setiap orang yang berada didalam jalan ketaatan maka Allah akan memberinya kemudahan.
Buku ini disusun atas keprihatinan penulis atas diremehkannya shalat subuh padahal dibalinya terdapat keistimewaan yang luar biasa. Buku ini memuat kiat praktis melaksanakan shalat subuh berjamaah , keistimewaan shalat subuh yang dilengkapi dengan ayat al-Quran dan hadist sebagai pedoman. Buku ini juga disusun menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh pembaca dan isinya pun sesuai dengan kebiasaan masyarakat sehingga mudah dilakukan. Dibalik kelebihan-kelebihan yang diberikan buku ini, juga masih terdapat kekurangan yang tidak begitu berpengaruh. Jika dilihat dari judulnya “keajaiban shalat subuh”, judul ini berlaku umum, untuk shalat subuh yang dilakukan berjamaah di rumah, masjid atau sendirian dirumah. Tetapi dalam buku ini hanya dijelaskan melaksanakan shalat subuh di masjid. Lalu bagaimanakah jika orang yang melakukan shalat subuh tepat waktu di rumah secara berjamaah. Tetapi dengan kekurangan itu tidak mengurangi isi dari buku yang luar biasa ini, untuk menambah koleksi buku agama dirumah.









0 komentar:
Posting Komentar