Container Icon

Book Review


Judu buku       : Tatto – Chan : Gadis Cilik di Jendela
Pengarang       : Tetsuko Kuroyanagi
Alih Bahasa     : Widya Kirana
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Halaman          : 271 halaman

Tatto-Chan : Gadis Cilik Di Jendela
Buku ini ditulis oleh Tetsuko Kuroyanagi untuk mengenang sekolahnya Tomoe dan seorang yang mendirikan sekolah tersebut yaitu Sosaku Kobayashi yang tak lain adalah kepala sekolah Tomoe.
Buku ini membahas mengenai petualangan-petualangan yang di lakukan oleh Tatto-Chan. Tatto-Chan seorang gadis kecil yang rasa keingintahuannya tinggi, selain itu juga ia menyukai suatu hal yang menantang dan sesuatu yang baru dalam kehidupannya. Sebenarnya Tatto-Chan seorang anak yang cerdas, tetapi dibalik kecerdasannya itu, banyak orang yang kurang paham dan akhirnya tidak menyukai tingkahnya. Hal itulah yang menyebabkan ia dikeluarkan dari sekolah pada saat ia kelad 1 SD. Alasan mengapa ia di keluarkan yaitu, karena tingkah lakunya yang membuat guru emosi. Tingkah lakunya tersebut dianggap mengganggu dan membuat kekacauan di kelas. Karena Tatto-Chan menemuai hal yang baru, yaitu meja dikelasnya atasnya terdapat tutupnya yang bisa dibuka, bentuknya seperti peti yang didalamnya bisa digunakan untuk menyimpan apa saja yanbg ia inginkan. Hal itu belum pernah ia temui, sehingga baginya itu merupakan suatu yang baru dan membuatnya senang. Ketika guru menjelaskan pelajaran Tatto-Chan justru asyik bermain dengan mejanya tersebut, ia buka dan tutup mejanya secara terus menerus, sampai guru dan temannya terganggu dengan tingkahnya tersebut. Tak hanya bermain meja saja yang membuatnya dikeluarkan dari sekolah. Tatto-Chan ketika pelajaran suka duduk di depan jendela, pada suatu hari ia memanggil pemusik jalanan, yang mena dengan tingkahnya tersebut kelas menjadi gaduh, karena semua siswa melihat pertujukan musik jalanan tersebut. Hal-hal semacam itulah yang membuat guru emosi dan akhirnya mengeluarkan Tatto-Chan dari sekolah.
Setelah dikeluarkan dari sekolah mama Tatto-Chan membawanya untuk masuk sekolah Tomoe Gakuen. Tomoe merupakan sekolah yang unik, yang system belajarnya berbeda dengan sekolah pada umumnya. Mama berharap Tatto-Chan betah dan bisa beradaptasi dengan sekolah tersebut. Perbedaan sekolah Tomoe dengan sekolah yang lain jelas terlihat. Dari segi bangunan kelasnya, biasanya sekolah lain ruang kelasnya berupa gedung, tapi di Tomoe ruang kelasnya menggunakan gerbong kereta api, dimana murid-murid bisa belajar yang seakan sedang melakukan perjalanan dengan kereta api. Kepala sekolah di Tomoe adalah Mr. Kobayashi, bapak kepala sekolah ini dikenal ramah, dan akrab dengan semua murid termasuk dengan Tatto-Chan, siswa Tomoe semua dari kelas 1 sampai kelas 6 berjumlah 50 anak. Kepala sekolah menerapkan system belajar yang berbeda dengan sekolah pada umumnya. Di Tomoe anak-anak bisa bebas mengubah urutan pelajaran sesuai keinginan mereka. Secara keseluruhan apa yang diajarkan di Tomoe berbeda dengan sekolah pada umumnya. Misalnya saja, setiap hari murid-murid wajib membawa makan siang dengan lauk sesuatu dari gunung dan sesuatu dari laut, selain itu juga disuruh mengunyah makannanya dengan baik-baik. Ketika mata pelajaran olah raga, yaitu renang kepala sekolah mengijinkan murid-muridnya untuk tidak memakai baju. Hal ini dilakukan agar semua murid mengetahui bahwa semua tubuh itu indah. Dengan bertenajang, rasa malu dan membuat murid hilang akan rasa rendah dirinya. Karena murid Tomoe tidak semuanya sempurna, ada beberapa anak yang cacat, menderita polio seperti Yasuahi-Chan. Hal ini terbukti perasaan malu dan rendah diri dari anak-anak cacat akhirnya hilang.
Selain itu pada saat pelajaran music, yang dibimbing langsung oleh kepala sekolah, murid-murid boleh menulis, menggambar not, irama lagu di lantai dengan menggunakan kapur tulis. Murid-murid diberi kebebasan untuk berimajinasi, menurut kepala sekolah jika menggunakan kertas yang ada tidak cukup lembar dan tak ada cukup papan tulis untuk dipakai bergiliran. Dan lantai aula menjadi papan tulis yang menyenangkan bagi murid-murid.
Masih banyak hal-hal yang sekiranya tak diajarkan di sekolah formal, diajarkan di Tomoe. System yang diajarkan di Tomoe lebih mengedepankan kenyamanan dan kesenangan murid-muridnya dalam belajar yang tanpa diikat oleh perturan yang ketat. Mr. Kobayashi selaku kepala sekolah berusaha menemukan “waktu baik”, mengembangkan, menghargai segala sesuatu yang alamiah dan ingin agar karakter anak-anak berkembang sealamiah mungkin. Di Tomoe Tatto-Chan tidak hanya belajar fisika, berhitung, music , bahasa dan lain-lain, tapi juga mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang persahabatan, rasa hormat dan menghargai orang lain, serta kebebasan menjadi diri sendiri.
Tapi sayangnya sekolah Tomoe Gakuen tak pernah bisa ditemui lagi sekarang. Sekolah terbakar musnah karena serangan pesawat pembom B29 di Tokyo pada tahun 1945 oleh Amerika. Tomoe terletak di Tokyo Tenggara, karena memang saat itu Tokyo di serang oleh pesawat-pesawat Amerika dan di jatuhi bom setiap harinya.
Banyak kelebihan-kelebihan yang disuguhkan buku ini, karena disamping buku ini merupakan kisah nyata yang di tulis oleh pelaku dalam kejadian tersebut. Buku ini bagus dibaca untuk pendidikan, dan berguna bagai para guru sekolah dan ibu–ibu karena menggambarkan kepala sekolah yang sungguh luar biasa.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS