Container Icon

Book Review

Judul Buku   : Mengenal Sekilas Bangunan Pesanggrahan Tamansari Yogyakarta
Penyusun      : Sukiman, DH
Penerbit        : Balai Penelitian Sejarah dan Budaya Yogyakarta
Tebal Buku   : 80 halaman

Mengenal Sekilas Bangunan Pesanggrahan Tamansari Yogyakarta

                Sekarang kita berbicara sejarah, tidak usah bahas pengertian sejarah ya…seperti  yang kita semua tahu intinya sejarah merupakan peristiwa pada masa lalu. Disini kita akan membicarakan mengenai suatu bangunan bersejarah yang ada di Yogyakarta. Bangunan ini merupakan bangunan dari permulaan jaman kerajaan Ngayogyakarta yang didirikan oleh Sri Sultan HB I dan dilanjutkan dalam penyelesaiannya oleh Sri Sultan HB II . Bangunan ini bernama bangunan Istana air (Water Castle) atau biasa disebut Pesanggrahan Tamansari. Pesanggrahan Tamansari ini tidak hanya dikenal oleh orang-orang didaerah sekitarnya saja, tetapi juga para wiasatawan luar negeri.
Sebelumnya membicarakan latar belakang sejarah Pesanggrahan Tamansari. Bangunan Tamansari di kenal sejak Sri Sultan HB I dan penyelesaiannya di lanjutkan oleh Sri Sultan HB II. Tempat yang dijadikan sebagai Tamansari dahulunya merupakan pemandian Pacethikan pada masa pemerintahan Senopati Ing Ngalaga Raja Mataram. Memang sejak dahulu Tamansari ini merupakan tempat yang ideal, subur, tentram dan serba melimpah. Mengingat Sri Sultan HB II adalah seorang panglima perang maka bangunan Tamansari ini digunakan sebagai tempat untuk beristirahat, berekreasi dan menghilangkan penat dengan putra-putri serta istri-istri beliau seusai berperang. Walaupun dalam keadaan istirahat Sri Sultan HB II tetap waspada dalam menghadapi bahaya yang sewaktu-waktu bisa datang. Sebagai seorang muslim bangunan Pasenggrahan Tamansari juga terdapat tempat untuk shalat ( masjid).
Dalam buku ini diceritakan dua versi cerita mengenai sejarah pembangunan Pesenggrahan Tamansari ini. Untuk versi yang pertama ini bersumber dari buku yang berjudul Java Jilid 3 halaman 631. Diterangkan bahwa di daerah Mancingan, didaerah pantai selatan Yogyakarta ada orang asing yang tidak dikenal oleh masyarakat sekitar, bahasa yang digunakan pun tidak dipahami sehingga oleh masyarakat dibawanya orang asing teersebut ke hadapan Sri Sultan HB II. Oleh Sri Sultan HB II orang asing tersebut diabdikan di kraton, setelah lama mengabdi dan akhirnya orang tersebut bisa menggunakan bahasa jawa, dan dia mengatakan bahwa dirinya berasal dari Potugis dan pekerjaannya sebagai pembuat bangunan (arsitek). Oleh Sri Sultan HB II pun disuruh untuk membuat benteng kraton dan akhirnya Sri Sultan HB II puas terhadap pekerjaannya. Sehingga orang asing tersebut diberi kedudukan oleh Sri Sultan HB II sebagai demang “demang portugis” atau diasa dipanggil demang Tegis. Selantunya Demang Tegis di perintah oleh Sri Sultan HB II untuk membuat bangunan Pasenggrahan Tamansari, sehingga arsitektur bangunan Tamansari terdapat unsur-unsur portugisnya.
Selanjutnya untuk versi yang kedua ini bersumber dari catatan yang disimpan di Kraton Yogyakarta dan Surakarta. Sri Sultan HB I memerintahkan kepada setiap Bupati diseluruh daerah untuk membayar pajak 2 x setiap tahunnya, pada bulan Ramadhan dan bulan Rabiul Awal. Seorang bupati Madiun Raden Rangga Prawirasentika, meminta agar tidak membayar pajak karena dengan alasan telah banyak membantu perang. Sri Sultan HB I pun menyetujuinya tetapi juga dengan syarat, jika Sri Sultan HB I meminta permintaan juga Raden Rangga harus menerutinya. Diceritakan Sri Sultan meminta gamelan sekaten sekaligus perlengkapannya untuk melengkapi gamelan yang disimpan di Kraton hanya setengah saja, karena yang setengahnya lagi di simpan di Kraton Surakarta. Selain gamelan sekaten Sri Sultan meminta untuk dibuatkan tandu. Pada tahun 1684 Raden Rangga di perintahkan untuk membuat taman yang indah, yang menentramkan hati dan badan Sri Sultan seusai berperang. Dalam pembuatan bangunan Tamansari ini juga di bangun oleh orang di luar Jogja tetapi juga oleh orang-orang dari daerah Kedu, Magelang dan lain sebagainya.
Itulah kedua versi sejarah pembangunan Tamansari Yogyakarta. Masalah yang benar yang  benar itu tergantung penafsiran pembaca, mau condong ke versi pertama atau kedua semuanya sama.
·         Arti Bangunan Tamansari
Pada dasarnya Pesanggrahan Tamansari merupakan tempat untuk berekreasi, beristirahat, bercengkrama. Tetapi bila dilihat lebih seksama Pesanggrahan Tamansari dalam ungkapan jawa “ sijroning among suka, tan tinggal duga lan prayoga” yang berarti saat bersuka ria tidak boleh lengah akan datangnya mara bahaya. Pesanggrahan Tamansari selain sebagai bangunan untuk menghibur hati. Ditandai dengan adanya lorong yang ditanami bunga-bunga, kolam pemandian yang lebar dengan hiasan bunga diselilingnya sehingga membuat suasanya menjadi indah. Tetapi jika diperhatikan lebih seksama lagi di dalam Pesanggrahan Tamansari juga terdapat jalan-jalan bawah tanah, jembatan gantung, bangunan pulo camethi yang digunakan untuk meninjau musuh yang datang. Dengan adanya bangunan-bangunan tersebut bisa disimpulkan bahwa Sri Sultan HB I walaupun dalam keadaan bersantai, istirahat tetapi juga tetap waspada akan segala bahaya yang sewaktu-waktu bisa datang.
·         Fungsi Bangunan Tamansari
Setelah bangunan Pesanggrahan Tamansari selesai dibangun oleh Sri Sultan pun dipergunakan dengan semestinya. Fungsi bangunan ini adalah tenpat untuk berekreasi, bercengkrama dengan putra-putri serta istri-istri Sultan. Selain itu juga digunakan sebagai tempat kegiatan seperti, karawitan, menari, berekreasi air (berenang, mandi, naik perahu ), selain itu juga disekitar Tamansari juga terdapat berbagai macam kebun buah-buahan yang terkadang hasilnya dipetik sendri oleh Sultan. Itulah fungsi dari Pesanggrahan Tamansari di kompleks Kraton Yogyakarta Hadiningrat.
·         Beberapa bangunan di Pesanggrahan Tamansari
a.     Bangunan gedong lopak-lopak, merupakan bangunan bertingkat yang terletak dihalaman (sekarang sudah tidak ada lagi).
b.    Taman Umbul Binangun, taman Umbul Binangun ini terdiri dari tiga bagian (umbul manar, blumbang kuras dan umbul binangun).
c.    Gedong gandek, digunakan untuk tempat menghadap abdi dalem wanita.
d.    Bangunan gumuk pemandangan, merupakan bukit untuk melihat pemandangan daerah sekitar.
e.    Pemandian Taman Umbul Sari, memiliki mata air dan air dari umbul dari dan dialirkan ke selokan benteng kraton. Pemandian ini khusus untuk Sri Sultan dan permaisurinya.
f.     Pasarean atau peraduan Taman Ledok Sari, merupakan tempat yang dipergunakan sebagai tempat beristirahat Sri Sultan, disini terdapat air mengalir yang letaknya dibawah tempat tidur Sri Sultan beristirahat. Oleh masyarakat setempat tempat ini dianggap kramat.
g.    Gedong madaran, disebut madaran karena tempat ini digunakan sebagai tempat menyiapkan hidangan untuk Sri Sultan bersama keluarganya.
h.     Gedong carik, carik yang berarti orang yang berkewajiban untuk tulis menulis, sebagai tempat orang-orang yang punya kewajiban tulis menulis.
i.      Pongangan Peksi Beri, pada bangunan ini terdapat patung burung garuda yang dinaiki batara wisnu, dan dari paruh burung garuda itu keluar air. Dan pongangan ini dipergunakan sebagai pelabuhan, dari laut buatan.
j.      Pongangan pelabuhan, sebuah pongangan yang menjorok yang digunakan bila orang mau naik turun dari perahu setelah bermain di air laut buatan.
k.    Dll.
Itulah sekilas cerita mengenai bangunan Pesanggrahan Tamansari Yogyakarta. Buku ini sangat menarik, isinya praktis dan memberi banyak manfaat khususnya dalam hal kebudayaan. Dengan demikian anak-anak zaman sekarang dapat mengetahui sejarah mengenai bangunan-bangunan bersejarah yang ada di Indonesia, yang harus dilestarikan. Dalam buku ini juga dilengkapi dengan denah Pesanggrahan Tamansari dan juga dilengkapi dengan gambar-gambar bangunannya sehingga ini menarik dan memberikan gambaran, misalnya bangunan lorong bawah tanah itu bentuknya seperti ini. Jadi pembaca tidak berkhayal bentuknya seperti apa, karena sudah dicantumkan gambarnya. Sedangkan sedikit kekurangan dari buku ini juga tidak menjelaskan secara lengkap sejarahnya kenapa bangunan Pesanggrahan Tamansari ini tidak digunakan lagi, atau pada masa pemerintahan siapa mulai tidak digunakan lagi, karena sebagai pembaca, ini juga ingin mengetahui hal tersebut. Tetapi dengan kekurangan tersebut, tidak membuat pengurangan pelajaran yang dapat diambil dari buku ini untuk dibaca.
Beberapa gambar bagian-bagian Tamansari






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Unknown mengatakan...

beli buku nya dimna gan????

Posting Komentar