Container Icon

Book Review


Judul buku : Hidup yang Serba Dahsyat dengan Puasa Senin Kamis
Pengarang : Uztadz Amrin Ra’uf
Halaman    : 163 hal.                                                                                           
Penerbit     : DIVA Press






Hidup yang Serba Dahsyat dengan Puasa Senin Kamis
Puasa senin kamis jika dibayangkan memang sesuatu yang berat untuk dilaksanakan, begitu banyak cobaan untuk melaksanakannya. Disaat orang lain makan dan minum seperti biasa bagi orang yang melaksanakan puasa senin kamis tidak bisa demikian, padahal sama-sama beraktivitas seperti biasa, itulah godaan bagi orang yang berpuasa sunnah ini. Tapi di balik godaan tersebut terdapat kedahsyatan yang luar biasa bagi orang yang melaksanakan puasa sunnah ini.
Dalam buku ini diceritakan orang-orang yang sukses dalam kehidupannya berkat dengan tekun melaksanakan puasa senin kamis. Mereka percaya akan kekuatan dari puasa senin kamis dan kekuatan shalat tahajud yang dilaksanakan secara istiqomah akan membuahkan hasil yang baik. Seperti dalam pepatah mengatakan siapa yang menanam kebaikan tentu akan menuai kebaikan juga. Buku ini berisi mengenai cerita-cerita nyata orang-orang yang sukses karena puasa senin kamis, mereka antara lain, B. J. Habibie, Prof. Dr. Mahmudi Asfahan, Imam Mawardi, H. Abdul Karim dan sebagainya. Disini dari masing-masing orang mempunyai pengalaman yang berbeda beda dalam memaknai kedahsyatan dari puasa senin kamis ini. Sedikit ulasan mengenai cerita dari masing-masing orang tersebut, dimana cerita ini memotivasi kita untuk senantiasa menjalankan puasa sunnah ini. Yang pertama yaitu cerita dari B. J. Habibie.
Siapa yang tidak mengenal sosok Habibie, seseorang yang pernah menjadi orang no. 1 di Indonesia ini. Selain menjadi presiden ke-3 Indonesia beliau juga dikenal sebagai insinyur pesawat terbang. B. J. Habibie dikenal sebagai orang yang cerdas ternyata juga merupakan orang yang bersahaja, memiliki pola keberagamaan yang kuat serta rutin melaksanakan puasa. Tentu hal ini menjadi motivasi bagi kita semua, orang yang sebesar Habibie, seseorang yang cerdas, ahli dalam pesawat terbang bisa dan tak enggan melaksanakan puasa senin kamis, apalagi yang orang yang biasa-biasa saja seharusnya bisa lebih rajin melaksanakan puasa sunnah tersebut. Habibie melaksanakan puasa senin kamis tidak ada maksud lain, kecuali mendekatkan diri dengan Allah Swt agar diberikan kesehatan tubuh dan kecerdasan pikiran. Bagi Habibie hal itu merupakan ibadah yang kualitasnya hanya di ketahui oleh Allah. Dengan puasa senin kamis Habibie merasa tenang dalam menghadapi berbagai masalah dalam hidupnya, dapat membangun ketegaran jiwanya dan kesederhanaan dalam menjalani kehidupannya. Dengan kisah dari B. J. Habibie inilah membuat motivasi kepada kita semua.
Jika B. J. Habibie melaksanakan senin kamis diberikan kemudahan, ketegaran dan kesehatan dalam menjalani kehidupannya, lain lagi dengan Prof. Dr. Mahmudi Asfahan. Prof. Dr. Mahmudi Ashan memperoleh kecemerlangan berfikir dengan puasa senin kamis. Kecemerlangan berfikir merupakan karunia dari Allah Swt yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Tetapi bagi Muhmud Asfahan hal ini dengan mudah ia dapatkan, ia mendapatkan kecemerlangan berfikir karena puasa senin kamis yang ia lakukan dari kecil yang diajarkan oleh kedua orang tuanya. Menurutnya puasa pada hari senin merupakan penghormatan terhadap hari kelahiran nabi Muhammad, sementara puasa di hari kamis merupakan setoran amal perbuatan yang dilakukan dalam 1 minggu. Mahmudi Asfahan terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. Jika difikir tidak masuk akal kalau ia bisa sekolah sampai tingkat doktor. Karena ijin Allah yang telah memberinya kecerasan dan tirakat puasa senin kamis secara istiqomah lah yang membuatnya bisa seperti itu. Dengan pikiran yang cerdas dan pandai ia bisa sekolah sampai tinggi. Baginya puasa tidak sekedar mencerdaskan pikiran tetapi juga membentuk personalitas yang sempurna, membentuk sensitivitas sosial yang tinggi juga. Ia merupakan orang yang paling cerdas diantara teman-teman dikampusnya tetapi ia tak pernah menyombongkan diri. Kisah dari Prof. Dr. Mahmudi Asfahan ini memberikan inspirasi bagi kita semua, bahwa yakinlah bahwa kecerdasan dalam kehidupan umat manusia itut tidak datang sndiri, setidaknya bisa diupayakan dengan berusaha, berdoa dan dengan melakukan puasa senin kamis.
Cerita lain lagi dari Imam Mawardi, ia menjadis seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) dengan puasa senin kamis. Sejak awal Imam Mawardi melakukan puasa senin kamis berniat agar semua keinginannya dikabulkan oleh Allah Swt, yaitu untuk menjadi seorang PNS. Sejak ia menjadi mahaiswa ia dengan istiqomah melaksanakan puasa senin kamis. Alhasil setelah ia lulus dari kuliah dan mendaftar CPNS, ia langsung lulus. Imam Mawardi pun menjadi satu-satunya mahasiswa beruntung karena dengan cepat diterima menjadi PNS. Karena banyak orang yang ingin menjadi PNS dengan menggunakan berbagai cara misalnya menyuap dan lain-lain justru belum juga lulus menjadi PNS, sedangkan Imam Mawardi yang hanya berbekal puasa senin kamis ia bisa dengan mudah lulus menjadi PNS. Menurutnya tidak ada salahnya jika melakukan puasa senin kamis diniatkan pada sebuah kepentingan tertentu, sebab Allah lebih senang pada seorang hamba yang meminta kepada-NYA. Untu mendapatkan keinginannya Imam Mawardi hanya menggunakan jalur puasa senin kamis. Mungkin ketika ia mengerjakan soal CPNS diberi petunjuk dan kemudahan sehingga dalam menjawab segala macam pertanyaan ia bisa dengan mudah menjawabnya.tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, puasa senin kamis memiliki nilai plus tersendiri bagi pelakunya.
Dari masing-masing cerita tersebut menggambarkan kedahsyatan dari puasa senin kamis. Selain cerita tesebut, masih ada cerita yang menarik dari H. Abdul Karim, ceritanya berbeda dari sebelumnya. Disini dengan puasa senin kamis H. Abdul Karim tetap sehat, bugar dan tidak pikun dimasa tuanya. Kebanyakan orang tua itu pikun, didera komplikasi penyakit dan lain-lain. Tetapi hal tersebut tidak terjadi pada H. Abdul Karim, tentu saja hal ini karena ia rutin melaksanakan puasa senin kamis. H. Abdul Karim lahir didalam lingkungan yang tradisi keagamaannya masih kental. Pada awalnya ia diajari oleh ayahnya “ bahwa siapa yang mampu melaksanakan puasa senin kamis secara istiqomah maka kondisi tubuhnya akan sehat sampai tua”. Dengan nasihat dari ayahnya pun menjadikan ia penasaran akan kebenarannya. Ayahnya merupakan orang yang tekun melaksanakan puasa sunnah itu, dan hingga usia 90 tahun ayahnya masih kuat,tidak pikun dan selalu menjaga shalat 5 waktu, ingatannya tidak hilang dan emosinya juga sangat stabil. Menurut H. Abdul Karim orang yang dimasa tuanya pikun, karena tidak melakukan puasa. Asupan makanan yang dikonsumsi oleh seseorang kemungkinan menyebabkan penyakit-penyakit yang timbul pada seseorang. Dengan puasa senin kamis, 2 hari dalam 1 minggu dapat menyeimbangkan asam dalam tubuh yang menjadikan tubuh semakin kuat dan sehat. Jika diibaratkan dengan mesin, dalam 2 hari tersebut, mesin penggiling dalam perut diistirahatkan, sehingga kondisinya menjadi fit lagi. Dengan berpuasa Allah akan menilai langsung puasa seseorang. Pahalanya dihitung tanpa melalui perantara siapa pun dan apa pun. Puasa menjadi sangat istimewa karena Allah mengapresiasi langsung amal perbuatan manusia di muka bumi ini. Kisah tersebut mengajarkan pada kita tentang cara agar hidup bisa lebih sehat. Sebab, penyakit yang mendera seseorang banyak disebabkan oleh pikiran yang kurang santai dan kurang tenang. Dengan berpuasa, seseorang bisa merasakan rasa lapar. Sebab dengan begitu manusia bisa lebih santai dalam menghadapi kenyataan hidup. Selain itu untuk perempuan dengan  berpuasa merupakan cara terbaik untuk mencapai kecantikan hingga usia tua. Justru cara merawat dengan make up akan membuat tubuh tidak awet. Itulah cerita nyata dari orang-orang yang sudah membuktikan kedahsyatan dari puasa senin kamis.
Buku ini disusun berdasarkan kisah nyata dari orang-orang yang sudah membuktikannya, sehingga memperkuat isi dari buku tersebut. Buku ini memberikan motivasi kepada pembaca dan memberikan gambaran-gambaran nyata pelaku puasa senin kamis, selain itu bahasa yang digunakan juga cukup praktis sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Buku ini juga mengandung nilai spiritual penuh keteladanan. Di balik kelebihan-kelebihan yang disuguhkan dari buku, terdapat sedikit kekurangan didalamnya. Dalam buku tidak terdapat pengantar mengenai penjelasan puasa senin kamis, jika mungkin ada akan menambah pengetahuan pembaca sebelum mereka mengetahui kedahsayatan dari melakukan ibadah tersebut. Tetapi dengan kekurangan tersebut tidak mengurangi kandungannya untuk dibaca karena akan menambah motivasi untuk melaksanakan ibadah saunnah tersebut. (ari dyah)










  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS