Judul :
Cara Pintar Mendongeng
Pengarang : Andi Yudha Asfandiyar
Halaman : 240 Halaman
Penerbit : mizan
“
Cara Pintar Mendongeng”
Mendongeng
atau bersecrita merupakan suatu hak yang penting bagi anak-anak, karena sebagai
bekal untuk menghadapi masa depannya. Mendongeng merupakan kebiasaan dalam
proses komunikasi pada pendidikan formal dan nonformal. Adapun beberapa manfaat
yang diperoleh melalui metode mendongeng
antara lain, menumbuhkan rasa ingin tahu atau penasaran pada anak,
merangsang imajinasi, fantsi dan kreativitasan anak, mampu melatih daya
konsentrasi, menumbuhkan rasa cinta terhadapt buku serta menumbuhkan minat baca
anak serta hiburan bagi anak yang menyehatkan.
Dunia
anak merupakan dunia yang paling tepat untuk bermain dan bercerita. Anak-anak
lebih mudah menyerap pendidikan dan pengetahuan melalui bermain dan bercerita.
Dalam buku ini dijelaskan mengenai pengertian dongeng, manfaat dongeng bagi
anak-anak, media yang di gunakan saat mendongeng serta beberapa penjelasan lainnya.
Sebelum
membahas lebih lanjut, kita memahami apa sich dongeng itu???
Dongeng
itu didefinisikan sebagai suatu cerita, khayalan atau cerita yang mengada-ada.
Sebenarnya mendongeng sudah dilakukan sejak zaman kerajaan, biasanya pendongeng
di undang ke istana untuk menghibur sang raja. Selain pada masa kerajaan,
mendongeng juga sudah di kenal para nenek moyang kita. Petualangannya dalam
mengarungi samudra di ceritakan mereka dengan tradisi lisan secara turun
temurun.
Sekarang
ini trasidi lisan sudah tersingkir dengan budaya modern. Dengan adanya
teknologi informasi yang memudahkan manusia untuk berkomunikasi (telepon, hp,
radio, televisi dan internet). Secara
lambat laun teknologi tersebut menggeser posisi pendongeng. Namun lama kelamaan
di negara maju dan berkembang kegiatan mendongeng mulai dilirik lagi. Dengan
memanfaatkan teknologi informasi, mendongeng sudah ada dalam bentuk
digitalisasi (kaset), selain itu di perpustakaan juga sudah mulai digalakkan
metode mendongeng, hal ini digunakan sebagai media agar anak-anak (khususnya)
untuk mengenalkan perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar.
Manfaat mendongeng
a)
Mendongeng merupakan media komunikasi yang menarik bagi
anak-anak, karena daya imajinasi dan kreatif anak masih sangat tinggi. Ini
menurut para ahli yaaa, imajinasi dan kreativitas anak mulai meningkat pada
usia 3 tahun dan puncaknya pada usia 5 tahun.
b)
Dengan dongeng daya konsentrasi anak dapat terlatih, dongeng
sebagai media informasi dan komunikasi dapat melatih kemampuan anak dalam
memperhatikan apa yang mereka dengar untuk beberapa waktu. Sebagai contoh
biasanya anak akan merasa asik dan tidak ingin diganggu ketika sedang asyik menengarkan
dongeng, membaca buku cerita maupun sedang menonton film di tv.
c)
Dongeng merupakan cara belajar yang fun (mengasyikkan)
Anak-anak
mempunyai daya ekspresi yang tinggi yang dapat membuat mereka fun dan
menumbuhkan rasa puas sehingga membuat merekan lebih percaya diri.
d)
Dongeng termasuk pengasah kreativitas, salah satu ekspresi anak
melalui imajinasinya ditunjukkan dengan bercerita atau mendongeng.
e)
Dongeng adalah bermain, bagi anak-anak, kegiatan belajar,
bermain dan bekerja mempunyai perbedaan yang sangat tipis. Dengan dongeng,
anak-anak berimajinasi dan merasakan layaknya tokoh yang diceritakan dalam
dongeng tersebut.
f)
Dongeng merangsang jiwa petualangan anak, anak-anak menyukai
cerita dongeng yang petualangan. Dongeng yang didengar atau di baca akan
mempengaruhi perilaku anak-anak. petualangan melalui cerita, buku atau film
membuat suasana petualangan dalam cerita tersebut, anak-anak bawa dalam tingkah
laku kesehariannya.
g)
Dongeng juga sebagai pengantar tidur anak, biasanya anak-anak
sebelum tidur sangat menunggu dongeng yang akan dibawakan oleh orang tuanya.
Mereka ingin mendengarkan sesuatu yang asyik. Sampai ceritanya belum selesai,
terkadang anak-anak sudah tertidur.
h)
Masih banyak lagi manfaat yang di berikan dari mendongeng ini.
Adapun
jenis-jenis dongeng yang dapat diberikan kepada anak-anak antara lain, dongeng tradisional merupakan dongeng
yang berkaitan dengan cerita rakyat dan biasanya dilakukan secara turun
temurun. Dongeng ini berfungsi sebagai penghibur lara, sebagai contoh dongeng
tradisional yaitu malinkundang, jaka tingkir, sangkuriang dan lain-lain. Dongeng Futuristik (modern) biasanya
bercerita tentang sesuatu yang fantastik, misalnya tokoh yang tiba-tiba
menghilang. Dongeng futuristik juga biasanya bercerita tentang masa depan.
Sebagai contoh bumi abad 25, star trek dan lain –lain. Dongeng pendidikan merupakan
dongeng yang diciptakan dengan misi pendidikan bagi dunia anak-anak, misalnya
menggugah sikap menghormati orang tua, guru dan orang yan lebih tua. Fabel adalah dongeng tentang kehidupan
binatang yang digambarkan bisa bicara seperti manusia, misalnya dongeng kancil,
elinci dan kura-kura dan lain sebagainya. Dongeng
sejarah biasanya terkait dengan suatu peristiwa sejarah. Biasanya banyak
bertema kepahlawanan. Misalnya kisah Rasulullah dan para sahabatnya, sejarah
perjuangan indonesia, sejarah tokoh-tokoh pahlawan dan sebagainya. Untuk
selanjutnya yaitu dongeng terapi biasanya diperuntukkan bagi
anak-anak korban bencana atau anak-anak yang sedang sakit. Dongeng terapi adalah
dongeng yang bisa membuat rileks saraf-saraf otak dan membuat hati tenang.
Cerita membentuk karakter anak
Sebelum
memulai untuk mendongeng sebaiknya pendongeng terlebih dahulu mengenali dahulu
siapa yang akan didongengi. Secara umum karakter anak-anak itu sama. Anak-anak
suka bermain, rasa ingin tahunya tinggi. Ada karakter anak yang suka banyak
gerak, ada yang daim saja, ada yang suka bertetiak-teriak ataupun ada yang
senang membuat gambar. Ketika bercerita, kita harus tahu karakter masing-masing
anak. misalnya anak yang suka di bentak atau dimarahi di sekolah, dia akan
terbentuk menjadi anak yang pendiam atau ngelunjak. Oleh karena itu sebaiknya
pendongeng sebaiknya mengenali karakter anak-anak, sehingga pendongeng bisa
membuat dongengannya menjadi lebih bermakna. Selain mengenal karakter anak,
pendongeng juga harus mengetahui siapa anak yang akan didongengi. Untuk
masing-masing tingkat anak jenis dongeng yang dibawakan pendongeng harus
berbeda. Misalnya untuk anak playgroup dan tk, pendongeng harus benar-benar
tahu kondisi anak. biasanya anak playgroup dan tk hanya bertahan maksimal 15
menit. Selain itu ekspresi dan suara sangat berpengaruh, anak-anak lebih senang
jika mendongeng diikuti dengan ekspresi
gerak. Namun jika jumlah anak banyak pendongeng harus mengeluarkan suara ekstra
atau bisa menggunakan sound system yang bagus. Biasanya anak tk dan playgroup masih
berfikir yang sederhana dan cerita yang diberikan pun harus sesuatu yang mudah
dicerna. Tokoh yang diceritakan pun harus yang mudah diingat, tokoh paling
banyak digunakan 4 karakter, sehingga mudah membedakan mana tokoh yang jahat
dan mana tokoh yang baik. Misalnya satu tokoh yang baik, satu tokoh jahat, satu
tokoh tukang bohong dan satu yang pemalas.
Jika
mendongeng dengan anak sekolah dasar (SD), cerita yang dibawakan pendongeng pun
berbeda. Untuk usia anak SD, harus memperbanyak tokoh. Waktunya pun juga bisa
lebih lama dan tema yang dibawakan bisa lebih berat dari anak playgroup dan tk.
Anak usia SD sudah mulai bisa diajak berfikir karena mereka sudah bisa
mengidentifikasi tokoh. Untuk anak SD pendongeng bisa juga membawa peraga,
misalnya membawa ular atau sesuatu yang dianggap asing, hidup dan bergerak.
Karena hal itu akan membuat anak senang dan berkonsentrasi di awal dongeng.
Dongeng
biasanya banyak dilakukan kepada anak-anak. jadi dalam pemilihan cerita
dongengannya harus yang baik. Misalnya tema yang diberikan harus berhubungan
dengan kehidupan sehari-hari. Ceritanya harus mempunyai alur yang jelas,
sederhana tetapi mudah ditangkap oleh anak. Dalam memilih materi harus sesuai
dengan kondisi pendengar dan umur.
Dongeng
juga bisa dilakukan oleh guru saat seusai liburan sekolah, pada hari hari
pertama masuk anak disuruh bercerita mengenai liburan yang mereka lakukan.
Biasanya anak-anak berlibur diisi dengan berpergian dengan orang tuanya, teman,
atau di rumah tetapi membantu orang tua atau bermain dengan teman-temannya. Hal
itu bisa dijadikan bahan dongengan anak-anak kepada teman-temannya. Cara ini
juga bisa melatih keberanian anak untuk bercerita di depan teman-temannya.
Acara yang bisa dilakukan untuk mendongeng
Ada
banyak moment yang digunakan untuk mendongeng, misalnya
Acara ulang tahun
Dalam
acara ulang tahun pendongeng sebaiknya untuk memulai, dimulai dengan sesi
memperkenalkan diri, membahas sedikit mengenai anak yang ulang tahun,
memberikan doa untuk dia, mengajak teman-temannya mendoakan walaupun nantinya
ada sesi khusus untuk berdoa. Selanjutnya pendongeng juga harus menjelaskan
sedikit mengenai ulang tahun. Pendongeng juga harus menyampaikan betapa
gembiranya dia bertemu anak-anak dan mengucapkan terimakasih kepada mereka.
Untuk jenis dongeng yang disampaikan juga harusnya tema yang disampaikan yaitu
cerita yang lucu dan memotivasi, kepahlawanan, pantang menyerah, dan setia
kawan. Misalnya, dengan tebak-tebakan.
Peringatan 17 Agustus
Cerita
yang diberikan pada saat peringatan 17 Agustus yaitu cerita yang berkaitan yang
tujuh belasan tetapi dikemas secara keren. Misalnya cerita pahlawan atau
peperangan yang dikemas dalam bentuk fabel. Contohnya cerita tentang
kegembiraan penghuni hutan yang merayakan kemenangan karena kampungnya sudah
tidak diobrak abrik oleh srigala lagi. Pada prinsipnya cerita pada tujuh
belasan bertujuan untuk memancing semangat keberanian dan semangat rasa syukur
dengan apa yang ada.
Kepada Anak Yatim
Untuk cerita kepada anak yatim, ada dua cerita
yang dapat disampaikan yaitu cerita yang membuat anak banyak teman dan cerita
yang membuat gembira.
Kepada anak Tunanetra
Untuk
anak tunanetra hanya menginginkan untuk mendengarkan cerita saja. Oleh karena
itu, vokal, intonasi dan suara harus jelas.
Kepada anak yang sedang sakit dan kepada korban bencana alam
Untuk
anak yang sakit atau anak yang terkena bencana alam. Cerita yang dibawakan
harus menarik, membuat gembira, menumbuhkan rasa syukur yang diakhiri happy
ending.
Media untuk mendongeng
Untuk bercerita
berpakaian yang sederhana, rapi dan bersih. Ataupun kita bisa mengenakan
pakaian yang sesuai dengan tema yang akan dibawakan..selain pakaian yang sesuai
alangkah baiknya menggunakan media yang mendukung. Misalnya dengan menggunakan
boneka atau gambar-gambar yang menarik. Sebagai contoh menggunakan buku, boneka
tangan, boneka utuh, kain, kantong kresek, wayang, gerak jari-jari tangan, dan
lain sebagainya. Ekspresi wajah juga mempengaruhi cerita yang kita bawakan.
Sebaikknya pendongeng menyertakan ekspresi wajah yang sesuai dengan cerita.
Buku
ini bagus digunakan para guru, orang tua sebagai penunjuk bagaimana melakukan
mendongeng kepada anak-anaknya. Dalam buku ini juga di lengkapi dengan
cara-cara praktis dan mudah bagaimana mendongeng dengan baik yang dilengkapi
dengan gambar. Tak lupa juga di lengkapi dengan suara, gerak badan, dan contoh
dongeng. Sehingga buku ini efektif dan praktis dapat membantu pendongeng orang
tua ataupun guru dalam mendongeng. Untuk kelemahan dari buku ini yaitu
sebaikknya buku ini diikuti dengan cd interaktif yang berisi contoh dongeng-
dongeng atau cara mendongeng yang dilakukan oleh penulis. Sehingga dengan hal
itu membuat gambaran yang lebih jelas kepada penonton. Tetapi kekurangan ini
tidak membuat nilai buku ini berkurang. Tetapi hal ini dijadikan sebagai
masukan saja, untuk memperjelas para pembaca.









0 komentar:
Posting Komentar