Container Icon

Book Review





Judul Buku    : Pelangi Kesabaran
Pengarang      : Abu Sahla
Penerbit          : PT Elex Media Komputindo Jakarta
Tebal Buku    : 201 halaman

"Pelangi Kesabaran"

Sabar adalah sebuah kata yang mudah untuk diucapkan di lisan tetapi sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena kehidupan manusia tidak pernah luput dari ujian dan cobaan, oleh karena itu Allah memerintahkan kita untuk sabar. Jika dilihat dari pengertian, sabar yaitu ketika emosi kita bisa menguasai emosi tersebut, ketika emosi yang sebenarnya kita mampu melakukan sesuatu tetapi kita tetap sabar, tidak bergegas membalas kemarahannya kepada orang lain. Sedangkan pengertian lainnya yaitu menahan diri atas 3 perkara, yaitu sabar dalam menaati Allah, sabar dari hal-hal yang diharamkan Allah dan sabar dalam menerima takdir Allah yang tidak menyenangkan.

Untuk menguji kesabaran seseorang Allah beri cobaan dan ujian kepadanya, seperti kata pepatah semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang menerpanya, jika seseorang semakin tinggi keimanannya semakin tinggi pula cobaan yang diberikan kepadanya. Untuk sabar atau tidak tergantung keimanan seseorang tersebut. Kesabaran seseorang akan benar-benar merasa di uji ketika seseorang itu mengalami musibah yang datang tak terduga-duga. Sebagai contoh ketika orang yang kita sayang pergi untuk selamanya ke hadapan Allah Swt, serasa tidak percaya tetapi hal itu benar-benar terjadi, kita ingin marah, ingin teriak tapi kita harus ingat akan Allah, Dia-lah yang menciptakan dan Dia-lah yang berhak mengambilnya kembali. Mau tidak mau yang bisa dilakukan adalah bersabar dan ikhlas. Selain itu, mari kita ingat beberapa tahun lalu gempa mengguncang hebat di bumi Sumatra Utara, dengan hitungan detik, bangunan megah hancur, suara teriakan dan tangis terdengar dimana-mana, darah segar mengalir membasahi tanah, ribuan jiwa menjadi korban. Itulah gambaran musibah yang tak pernah terduga, dan tak pernah seorang pun mengira akan datangnya musibah itu. Tetapi semua bencana, musibah, Allah telah menetapkannya 50 ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan oleh-NYA.  Rasa panik pazti yang dirasakan pada saat musibah itu datang, padahal dengan kepanikan tersebut yang semakin membuat banyak korban yang berjatuhan. Ketika tsunami merebak, hampir semua orang  berlari menyelamatan diri. Tapi kemanakah harus berlari ketika musibah seperti ini datang, kebanyakan orang teriak kearah utara cari tempat yang lebih tinggi,.. tapi adakah orang yang berteriak berlari kepada Allah, tidak ada tempat berlindung selain kepada Allah. Wajar karena panik ingin menyelamatkan diri pasti yang terlintas dalam pikiran saat itu hanyalah lari ketempat yang lebih tinggi supaya tidak terkena tsunami, itu merupakan sesuatu yang sangat manusiawi. Semua musibah yang diberi olah Allah kepada umatnya, tak lain karena Allah ingin mengingatkan kepada kita semua. Tak semua musibah itu membawa kesengsaraan, ada pula musibah justru merupakan jalan menuju surga. Hal ini diceritakan oleh nabi Ibrahim Saw, ketika anaknya meninggal dunia, ia menangis, bersedih karenanya. Tetapi musibah bagi orang yang beriman, pada hakikatnya adalah tiket untuk masuk surga. Karena orang beriman jika tertimpa musibah, bencana ia bersabar dan rida dalam mengadapinya, maka ia akan mendapatkan ganjaran pahala yang besar.
Sebab datangnya musibah, antara lain:
a.       Allah menurunkan bencana atas perbuatan maksiat  dan pelanggaran manusia atas perintah-NYA.
b.      Banyaknya perbuatan syirik di negara-negara islam, banyak dari umat islam sendiri ketika ditimpa musibah mereka memohon pertolongan selain kepada Allah, hal ini menimbulkan banyak fitnah dan ujian, musibah ini akan hilang ketika manusia kembali mentauhidkan Allah, dan menegakkan syariat-syariat Allah baik pada diri sendiri maupun kepada sesama.
c.       Musibah itu datang karena disebabkan oleh perbuatan tangan manusia sendiri, banyak kerusakan-kerusakan di bumi disebabkan karena perbuatan manusia, Allah memberikan kepada manusia bencana, musibah sebagai akibat dari perbuatan sendiri, agar manusia kembali kejalan yang benar.
Adapun cara untuk menghadapi musibah, antara lain:
a.       Mengucapkan kalimat istirja’, yaitu mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.
b.      Berdoa, nabi mengajarkan setelah mengucapkan kalimat istirja’ lalu membaca doa, yaitu allahumma’ jurnii fii mushiibatii wa akhliflii khairon minba. (Ya Allah berilah dalam musibahku ini, dan berilah ganti bagiku yang lebih baik padanya).
c.       Bersabar atas musibah yang menimpanya. Yang dimaksud bersabar disini yaitu tidak menggerutu di dalam hati, menahan lisan dari ucapan yang tidak pantas, menjaga tangan untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang (manampar-nampar pipi, merobek-robek baju dan lain-lain).
d.      Melakukan muhasabah (instropeksi diri), manusia merupakan makhluk yang lemah, yang tak luput dari salah dan dosa. Jadikanlah kesempatan kita hidup di bumi ini untuk segera bertobat kepada Allah atas segala kesalahan dan dosa, karena sesungguhnya Allah Maha Pemurah dan penerima tobat.
Hikmah dibalik musibah
Datangnya musibah itu merupakan suatu nikmat, karena dengan musibah dihapuskannya dosa-dosa , dengan kesabaran dalam menjalaninya orang tersebut justru akan mendapat pahala. Allah memberi musibah sebagai penghapus dosa dan kesalahan, ini merupakan nikmat yang paling agung. Maka hakikatnya seluruh musibah merupakan rahmat dab nikmat bagi manusia, kecuali musibah itu justru menyebabkan orang tersebut terjerumus dalam kemaksiatan yang lebih besar dari pada sebelum ia tertimpa musibah. Sesungguhnya orang-orang yang mendapat ujian kemiskinan, sakit, terluka, mengajarkan dengan cobaan tersebut agar tetap sabar dan tunduk untuk melaksanakan perintah-NYA. Barang siapa yang diuji dengan musibah, cobaan, bencana, lalu diberinya kesabaran oleh Allah maka sabar itu nikmat yang luar biasa. Karena dibalik kesabarannya Allah akan menghapus dosanya dan akan mendapat pujian-NYA.
Kisah –kisah kesabaran yang dilakukan oleh orang-orang shaleh
Dengan mencontohkan kisah-kisah kesabaran yang dilakukan oleh orang-orang shaleh, diharapkan ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua, dan diharapkan juga kita dapat mencontoh kesabaran untuk menjalankan kehidupan didunia ini. Kisah ini di angkat dari beberapa nabi, antara lain nabi Muhammad, nabi Nuh, nabi Ibrahim dan nabi Musa.
a)      Kisah kesabaran Nabi Muhammad Saw.
Nabi Muhammad merupakan penghulu para Nabi dab Rasul, dan cobaan yang dihadapinya tidak kalah beratnya dengan nabi-nabi terdahulu. Ujian dan cobaan di mulai dari beliau diangkat menjadi nabi dan rasul sampai beliau wafat, dan semua ujian dan cobaan itu beliau hadapi dengan penuh kesabaran. Dalam buku ini dikisahkan ujian nabi terhadap orang arab badui, dimana nabi saat berjalan, tiba-tiba kain yang dikenakannya ditarik sampai bekas tarikannya membekas pada leher beliau, setelah menarik kain nabi, arab badui itu berkata kepada nabi, untuk menyerahkan sebagian harta yang dimiliki nabi, apa yang terjadi nabi pun membalas dengan senyuman dan mengabulkan permintaannya, dalam kisah ini terlihat jelas bahwa nabi memiliki kesabaran yang luar biasa.
b)      Kisah kesabaran Nabi Nuh as.
Tantangan nabi Nuh sebagai rasul yang pertama kali diutus ke muka bumi adalah ketika beliau diutus memusnahkan kaum yang menumbuhkan kesyirikan di bumi. Dengan perjuangan yang panjang dan berat, dan dengan kesabaran beliau meraih kemenangan di dunia dan akhirat.
c)      Kisah kesabaran Nabi Ibrahim as.
Nabi Ibrahim mendobrak keangkaramurkaan yang dilakukan oleh bapaknya sendiri, ia diusir oleh bapaknya, beliau pun di lempar kedalam kobaran api yang sangat dahsyat, namun sia-sia perbuatan mereka, karena nabi Ibrahim atas ijin Allah, beliau tetap selamat. Disisi lain beliau harus menerima ujian yang lebih pahit lagi, yaitu beliau mendapat amanat dari Allah untuk menyembelih putra yang disayanginya. Karena kesabaranlah nabi Ibrahim diselamatkan dari semua ujian dan cobaan yang menimpanya.
d)     Kisah kesabaran Nabi Musa as.
Tantangan yang dihadapi oleh nabi Musa tidak jauh berbeda dengan pendahulunya. Anak-anak dari nabi Musa di bunuh oleh raja Fir’aun, yang menurut Fir’aun anak-anak dari nabi Musa dapat menggoyahkan tahta kekuasannya. Dengan kesabaran sebagai kuncinya, beliau dibebaskan dari segala bentuk tantangan dan ujian yang sangat berat tersebut.
Itulah kisah-kisah kesabaran yang dilakukan oleh para nabi, mudah-mudahan dengan kisah tersebut kita semua dapat menjadikannya pelajaran dalam menjalani kehidupan ini.


Keutamaan sabar
Sabar merupakan ibadah yang mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilakukan. Karena itu Allah memberikan ganjaran besar kepada orang-orang yang bersabar. Keutamaan dari orang-orang yang bersabar, antara lain;
a.       Allah menyukai orang-orang yang mempunyai sifat sabar dan tenang.
b.      Kesabaran ditulis sebagai kebaikan dan ditinggikan derajatnya.
Apabila seseorang yang ditimpa musibah atau diuji oleh Allah dan kemudia ia bersabar, maka Allah akan mengganjar kesabarannya dengan pahala dan akan ditinggikan derajatnya.
c.       Jalan menuju surga.
d.      Dibangunkannya rumah di surga dengan nama baitul hamd (rumah pujian)
e.       Mendapatkan pertolongnan Allah.
Orang yang sabar akan mendapatkan pertolongan dari Allah, sebagaimana yang terdapat dalam Qs. Al-Baqarah:249).
f.       Mendapatkan shalawat, rahmat serta petunjuk dari Allah.
g.      Sabar adalah kunci kesuksesan.
h.      Orang yang sabar diberikan ganjaran yang tanpa batas.
i.        Orang yang sabar akan mendapatkan ampunan dari Allah
j.        Orang yang sabar juga mendapatkan martabat yang tinggi di dalam surga.
Kiat-kiat untu menumbuhkan sabar
Sabar itu sulit dan kebanyakan orang susah untuk melakukannya. Tetapi kesabarabn harus ada dan diwujudkan, adapun kiat-kiat untuk menumbuhkan kesabaran adalah ikhlas dan mengharapkan keridhaan Allah dalam bersabar; bertekad kuat dan memiliki motivasi yang tinggi maka Allah akan menghadapi kesulitan dan kesusahan dengan bersabar insya Allah, Allah akan memberikan kemudahan; yakin dan percaya akan mendapatkan solusi dan kemudahan karena Allah telah menjadikan dua kemudahan dalam satu kesulitan; mengetahui besarnya balasan dan pahala dari kesabaran; memohon pertolongan dan berlindung hanya kepada Allah dengan meyakini bahwa yang terjadi merupakan takdir Allah; mengetahui kebaikan dan manfaat perintah Allah dan keburukan ada pada larangan Allah. Itulah kiat-kiat yang ada di dalam buku untuk menumbuhkan rasa sabar pada diri manusia.
Buku ini menjelaskan hakikat dan makna dari kesabaran yang sebaiknya hal itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari walaupun itu sulit, tetapi harus berusaha untuk bisa melakukannya. Layaknya indahnya pelangi, ketika kesabaran berhasil dilakukan akhirnya berbuah seperti yang dijanjikan oleh Allah, yang sudah dijelaskan di atas. Buku ini bagus dibaca oleh siapapun yang ingin mengetahui mengenai kesabaran, bahasa yang dipakai juga sederhana, praktis sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Isinya pun memberi motivasi bagi pembaca untuk tetap berusaha bersabar dalam menghadapi masalah walaupun itu sulit untuk dilakukan serta diberi penjelasan dan pernyataanya pun di lengkapi dengan dalil-dalil dalam al-Quran, sunnah ataupun hadits. Itulah kelebihan yang diberikan dari buku tersebut. Untuk kelemahannya yaitu dalam penyebutan dan penulisan Allah Subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, menurut pendapat saya penulisannya terlalu panjang, jika ditulis Allah Swt. dan Rasulullah Saw. itu cukup karena secara reflek pembaca akan membaca seperti apa yang dituliskan secara lengkap walaupun penulisannya di singkat. Secara keseluruhan buku ini bagus dan memberikan banyak pelajaran. (Ari Dyah)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Book Review


Judul buku : Hidup yang Serba Dahsyat dengan Puasa Senin Kamis
Pengarang : Uztadz Amrin Ra’uf
Halaman    : 163 hal.                                                                                           
Penerbit     : DIVA Press






Hidup yang Serba Dahsyat dengan Puasa Senin Kamis
Puasa senin kamis jika dibayangkan memang sesuatu yang berat untuk dilaksanakan, begitu banyak cobaan untuk melaksanakannya. Disaat orang lain makan dan minum seperti biasa bagi orang yang melaksanakan puasa senin kamis tidak bisa demikian, padahal sama-sama beraktivitas seperti biasa, itulah godaan bagi orang yang berpuasa sunnah ini. Tapi di balik godaan tersebut terdapat kedahsyatan yang luar biasa bagi orang yang melaksanakan puasa sunnah ini.
Dalam buku ini diceritakan orang-orang yang sukses dalam kehidupannya berkat dengan tekun melaksanakan puasa senin kamis. Mereka percaya akan kekuatan dari puasa senin kamis dan kekuatan shalat tahajud yang dilaksanakan secara istiqomah akan membuahkan hasil yang baik. Seperti dalam pepatah mengatakan siapa yang menanam kebaikan tentu akan menuai kebaikan juga. Buku ini berisi mengenai cerita-cerita nyata orang-orang yang sukses karena puasa senin kamis, mereka antara lain, B. J. Habibie, Prof. Dr. Mahmudi Asfahan, Imam Mawardi, H. Abdul Karim dan sebagainya. Disini dari masing-masing orang mempunyai pengalaman yang berbeda beda dalam memaknai kedahsyatan dari puasa senin kamis ini. Sedikit ulasan mengenai cerita dari masing-masing orang tersebut, dimana cerita ini memotivasi kita untuk senantiasa menjalankan puasa sunnah ini. Yang pertama yaitu cerita dari B. J. Habibie.
Siapa yang tidak mengenal sosok Habibie, seseorang yang pernah menjadi orang no. 1 di Indonesia ini. Selain menjadi presiden ke-3 Indonesia beliau juga dikenal sebagai insinyur pesawat terbang. B. J. Habibie dikenal sebagai orang yang cerdas ternyata juga merupakan orang yang bersahaja, memiliki pola keberagamaan yang kuat serta rutin melaksanakan puasa. Tentu hal ini menjadi motivasi bagi kita semua, orang yang sebesar Habibie, seseorang yang cerdas, ahli dalam pesawat terbang bisa dan tak enggan melaksanakan puasa senin kamis, apalagi yang orang yang biasa-biasa saja seharusnya bisa lebih rajin melaksanakan puasa sunnah tersebut. Habibie melaksanakan puasa senin kamis tidak ada maksud lain, kecuali mendekatkan diri dengan Allah Swt agar diberikan kesehatan tubuh dan kecerdasan pikiran. Bagi Habibie hal itu merupakan ibadah yang kualitasnya hanya di ketahui oleh Allah. Dengan puasa senin kamis Habibie merasa tenang dalam menghadapi berbagai masalah dalam hidupnya, dapat membangun ketegaran jiwanya dan kesederhanaan dalam menjalani kehidupannya. Dengan kisah dari B. J. Habibie inilah membuat motivasi kepada kita semua.
Jika B. J. Habibie melaksanakan senin kamis diberikan kemudahan, ketegaran dan kesehatan dalam menjalani kehidupannya, lain lagi dengan Prof. Dr. Mahmudi Asfahan. Prof. Dr. Mahmudi Ashan memperoleh kecemerlangan berfikir dengan puasa senin kamis. Kecemerlangan berfikir merupakan karunia dari Allah Swt yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Tetapi bagi Muhmud Asfahan hal ini dengan mudah ia dapatkan, ia mendapatkan kecemerlangan berfikir karena puasa senin kamis yang ia lakukan dari kecil yang diajarkan oleh kedua orang tuanya. Menurutnya puasa pada hari senin merupakan penghormatan terhadap hari kelahiran nabi Muhammad, sementara puasa di hari kamis merupakan setoran amal perbuatan yang dilakukan dalam 1 minggu. Mahmudi Asfahan terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. Jika difikir tidak masuk akal kalau ia bisa sekolah sampai tingkat doktor. Karena ijin Allah yang telah memberinya kecerasan dan tirakat puasa senin kamis secara istiqomah lah yang membuatnya bisa seperti itu. Dengan pikiran yang cerdas dan pandai ia bisa sekolah sampai tinggi. Baginya puasa tidak sekedar mencerdaskan pikiran tetapi juga membentuk personalitas yang sempurna, membentuk sensitivitas sosial yang tinggi juga. Ia merupakan orang yang paling cerdas diantara teman-teman dikampusnya tetapi ia tak pernah menyombongkan diri. Kisah dari Prof. Dr. Mahmudi Asfahan ini memberikan inspirasi bagi kita semua, bahwa yakinlah bahwa kecerdasan dalam kehidupan umat manusia itut tidak datang sndiri, setidaknya bisa diupayakan dengan berusaha, berdoa dan dengan melakukan puasa senin kamis.
Cerita lain lagi dari Imam Mawardi, ia menjadis seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) dengan puasa senin kamis. Sejak awal Imam Mawardi melakukan puasa senin kamis berniat agar semua keinginannya dikabulkan oleh Allah Swt, yaitu untuk menjadi seorang PNS. Sejak ia menjadi mahaiswa ia dengan istiqomah melaksanakan puasa senin kamis. Alhasil setelah ia lulus dari kuliah dan mendaftar CPNS, ia langsung lulus. Imam Mawardi pun menjadi satu-satunya mahasiswa beruntung karena dengan cepat diterima menjadi PNS. Karena banyak orang yang ingin menjadi PNS dengan menggunakan berbagai cara misalnya menyuap dan lain-lain justru belum juga lulus menjadi PNS, sedangkan Imam Mawardi yang hanya berbekal puasa senin kamis ia bisa dengan mudah lulus menjadi PNS. Menurutnya tidak ada salahnya jika melakukan puasa senin kamis diniatkan pada sebuah kepentingan tertentu, sebab Allah lebih senang pada seorang hamba yang meminta kepada-NYA. Untu mendapatkan keinginannya Imam Mawardi hanya menggunakan jalur puasa senin kamis. Mungkin ketika ia mengerjakan soal CPNS diberi petunjuk dan kemudahan sehingga dalam menjawab segala macam pertanyaan ia bisa dengan mudah menjawabnya.tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, puasa senin kamis memiliki nilai plus tersendiri bagi pelakunya.
Dari masing-masing cerita tersebut menggambarkan kedahsyatan dari puasa senin kamis. Selain cerita tesebut, masih ada cerita yang menarik dari H. Abdul Karim, ceritanya berbeda dari sebelumnya. Disini dengan puasa senin kamis H. Abdul Karim tetap sehat, bugar dan tidak pikun dimasa tuanya. Kebanyakan orang tua itu pikun, didera komplikasi penyakit dan lain-lain. Tetapi hal tersebut tidak terjadi pada H. Abdul Karim, tentu saja hal ini karena ia rutin melaksanakan puasa senin kamis. H. Abdul Karim lahir didalam lingkungan yang tradisi keagamaannya masih kental. Pada awalnya ia diajari oleh ayahnya “ bahwa siapa yang mampu melaksanakan puasa senin kamis secara istiqomah maka kondisi tubuhnya akan sehat sampai tua”. Dengan nasihat dari ayahnya pun menjadikan ia penasaran akan kebenarannya. Ayahnya merupakan orang yang tekun melaksanakan puasa sunnah itu, dan hingga usia 90 tahun ayahnya masih kuat,tidak pikun dan selalu menjaga shalat 5 waktu, ingatannya tidak hilang dan emosinya juga sangat stabil. Menurut H. Abdul Karim orang yang dimasa tuanya pikun, karena tidak melakukan puasa. Asupan makanan yang dikonsumsi oleh seseorang kemungkinan menyebabkan penyakit-penyakit yang timbul pada seseorang. Dengan puasa senin kamis, 2 hari dalam 1 minggu dapat menyeimbangkan asam dalam tubuh yang menjadikan tubuh semakin kuat dan sehat. Jika diibaratkan dengan mesin, dalam 2 hari tersebut, mesin penggiling dalam perut diistirahatkan, sehingga kondisinya menjadi fit lagi. Dengan berpuasa Allah akan menilai langsung puasa seseorang. Pahalanya dihitung tanpa melalui perantara siapa pun dan apa pun. Puasa menjadi sangat istimewa karena Allah mengapresiasi langsung amal perbuatan manusia di muka bumi ini. Kisah tersebut mengajarkan pada kita tentang cara agar hidup bisa lebih sehat. Sebab, penyakit yang mendera seseorang banyak disebabkan oleh pikiran yang kurang santai dan kurang tenang. Dengan berpuasa, seseorang bisa merasakan rasa lapar. Sebab dengan begitu manusia bisa lebih santai dalam menghadapi kenyataan hidup. Selain itu untuk perempuan dengan  berpuasa merupakan cara terbaik untuk mencapai kecantikan hingga usia tua. Justru cara merawat dengan make up akan membuat tubuh tidak awet. Itulah cerita nyata dari orang-orang yang sudah membuktikan kedahsyatan dari puasa senin kamis.
Buku ini disusun berdasarkan kisah nyata dari orang-orang yang sudah membuktikannya, sehingga memperkuat isi dari buku tersebut. Buku ini memberikan motivasi kepada pembaca dan memberikan gambaran-gambaran nyata pelaku puasa senin kamis, selain itu bahasa yang digunakan juga cukup praktis sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Buku ini juga mengandung nilai spiritual penuh keteladanan. Di balik kelebihan-kelebihan yang disuguhkan dari buku, terdapat sedikit kekurangan didalamnya. Dalam buku tidak terdapat pengantar mengenai penjelasan puasa senin kamis, jika mungkin ada akan menambah pengetahuan pembaca sebelum mereka mengetahui kedahsayatan dari melakukan ibadah tersebut. Tetapi dengan kekurangan tersebut tidak mengurangi kandungannya untuk dibaca karena akan menambah motivasi untuk melaksanakan ibadah saunnah tersebut. (ari dyah)










  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Book Review

Judul Buku   : Mengenal Sekilas Bangunan Pesanggrahan Tamansari Yogyakarta
Penyusun      : Sukiman, DH
Penerbit        : Balai Penelitian Sejarah dan Budaya Yogyakarta
Tebal Buku   : 80 halaman

Mengenal Sekilas Bangunan Pesanggrahan Tamansari Yogyakarta

                Sekarang kita berbicara sejarah, tidak usah bahas pengertian sejarah ya…seperti  yang kita semua tahu intinya sejarah merupakan peristiwa pada masa lalu. Disini kita akan membicarakan mengenai suatu bangunan bersejarah yang ada di Yogyakarta. Bangunan ini merupakan bangunan dari permulaan jaman kerajaan Ngayogyakarta yang didirikan oleh Sri Sultan HB I dan dilanjutkan dalam penyelesaiannya oleh Sri Sultan HB II . Bangunan ini bernama bangunan Istana air (Water Castle) atau biasa disebut Pesanggrahan Tamansari. Pesanggrahan Tamansari ini tidak hanya dikenal oleh orang-orang didaerah sekitarnya saja, tetapi juga para wiasatawan luar negeri.
Sebelumnya membicarakan latar belakang sejarah Pesanggrahan Tamansari. Bangunan Tamansari di kenal sejak Sri Sultan HB I dan penyelesaiannya di lanjutkan oleh Sri Sultan HB II. Tempat yang dijadikan sebagai Tamansari dahulunya merupakan pemandian Pacethikan pada masa pemerintahan Senopati Ing Ngalaga Raja Mataram. Memang sejak dahulu Tamansari ini merupakan tempat yang ideal, subur, tentram dan serba melimpah. Mengingat Sri Sultan HB II adalah seorang panglima perang maka bangunan Tamansari ini digunakan sebagai tempat untuk beristirahat, berekreasi dan menghilangkan penat dengan putra-putri serta istri-istri beliau seusai berperang. Walaupun dalam keadaan istirahat Sri Sultan HB II tetap waspada dalam menghadapi bahaya yang sewaktu-waktu bisa datang. Sebagai seorang muslim bangunan Pasenggrahan Tamansari juga terdapat tempat untuk shalat ( masjid).
Dalam buku ini diceritakan dua versi cerita mengenai sejarah pembangunan Pesenggrahan Tamansari ini. Untuk versi yang pertama ini bersumber dari buku yang berjudul Java Jilid 3 halaman 631. Diterangkan bahwa di daerah Mancingan, didaerah pantai selatan Yogyakarta ada orang asing yang tidak dikenal oleh masyarakat sekitar, bahasa yang digunakan pun tidak dipahami sehingga oleh masyarakat dibawanya orang asing teersebut ke hadapan Sri Sultan HB II. Oleh Sri Sultan HB II orang asing tersebut diabdikan di kraton, setelah lama mengabdi dan akhirnya orang tersebut bisa menggunakan bahasa jawa, dan dia mengatakan bahwa dirinya berasal dari Potugis dan pekerjaannya sebagai pembuat bangunan (arsitek). Oleh Sri Sultan HB II pun disuruh untuk membuat benteng kraton dan akhirnya Sri Sultan HB II puas terhadap pekerjaannya. Sehingga orang asing tersebut diberi kedudukan oleh Sri Sultan HB II sebagai demang “demang portugis” atau diasa dipanggil demang Tegis. Selantunya Demang Tegis di perintah oleh Sri Sultan HB II untuk membuat bangunan Pasenggrahan Tamansari, sehingga arsitektur bangunan Tamansari terdapat unsur-unsur portugisnya.
Selanjutnya untuk versi yang kedua ini bersumber dari catatan yang disimpan di Kraton Yogyakarta dan Surakarta. Sri Sultan HB I memerintahkan kepada setiap Bupati diseluruh daerah untuk membayar pajak 2 x setiap tahunnya, pada bulan Ramadhan dan bulan Rabiul Awal. Seorang bupati Madiun Raden Rangga Prawirasentika, meminta agar tidak membayar pajak karena dengan alasan telah banyak membantu perang. Sri Sultan HB I pun menyetujuinya tetapi juga dengan syarat, jika Sri Sultan HB I meminta permintaan juga Raden Rangga harus menerutinya. Diceritakan Sri Sultan meminta gamelan sekaten sekaligus perlengkapannya untuk melengkapi gamelan yang disimpan di Kraton hanya setengah saja, karena yang setengahnya lagi di simpan di Kraton Surakarta. Selain gamelan sekaten Sri Sultan meminta untuk dibuatkan tandu. Pada tahun 1684 Raden Rangga di perintahkan untuk membuat taman yang indah, yang menentramkan hati dan badan Sri Sultan seusai berperang. Dalam pembuatan bangunan Tamansari ini juga di bangun oleh orang di luar Jogja tetapi juga oleh orang-orang dari daerah Kedu, Magelang dan lain sebagainya.
Itulah kedua versi sejarah pembangunan Tamansari Yogyakarta. Masalah yang benar yang  benar itu tergantung penafsiran pembaca, mau condong ke versi pertama atau kedua semuanya sama.
·         Arti Bangunan Tamansari
Pada dasarnya Pesanggrahan Tamansari merupakan tempat untuk berekreasi, beristirahat, bercengkrama. Tetapi bila dilihat lebih seksama Pesanggrahan Tamansari dalam ungkapan jawa “ sijroning among suka, tan tinggal duga lan prayoga” yang berarti saat bersuka ria tidak boleh lengah akan datangnya mara bahaya. Pesanggrahan Tamansari selain sebagai bangunan untuk menghibur hati. Ditandai dengan adanya lorong yang ditanami bunga-bunga, kolam pemandian yang lebar dengan hiasan bunga diselilingnya sehingga membuat suasanya menjadi indah. Tetapi jika diperhatikan lebih seksama lagi di dalam Pesanggrahan Tamansari juga terdapat jalan-jalan bawah tanah, jembatan gantung, bangunan pulo camethi yang digunakan untuk meninjau musuh yang datang. Dengan adanya bangunan-bangunan tersebut bisa disimpulkan bahwa Sri Sultan HB I walaupun dalam keadaan bersantai, istirahat tetapi juga tetap waspada akan segala bahaya yang sewaktu-waktu bisa datang.
·         Fungsi Bangunan Tamansari
Setelah bangunan Pesanggrahan Tamansari selesai dibangun oleh Sri Sultan pun dipergunakan dengan semestinya. Fungsi bangunan ini adalah tenpat untuk berekreasi, bercengkrama dengan putra-putri serta istri-istri Sultan. Selain itu juga digunakan sebagai tempat kegiatan seperti, karawitan, menari, berekreasi air (berenang, mandi, naik perahu ), selain itu juga disekitar Tamansari juga terdapat berbagai macam kebun buah-buahan yang terkadang hasilnya dipetik sendri oleh Sultan. Itulah fungsi dari Pesanggrahan Tamansari di kompleks Kraton Yogyakarta Hadiningrat.
·         Beberapa bangunan di Pesanggrahan Tamansari
a.     Bangunan gedong lopak-lopak, merupakan bangunan bertingkat yang terletak dihalaman (sekarang sudah tidak ada lagi).
b.    Taman Umbul Binangun, taman Umbul Binangun ini terdiri dari tiga bagian (umbul manar, blumbang kuras dan umbul binangun).
c.    Gedong gandek, digunakan untuk tempat menghadap abdi dalem wanita.
d.    Bangunan gumuk pemandangan, merupakan bukit untuk melihat pemandangan daerah sekitar.
e.    Pemandian Taman Umbul Sari, memiliki mata air dan air dari umbul dari dan dialirkan ke selokan benteng kraton. Pemandian ini khusus untuk Sri Sultan dan permaisurinya.
f.     Pasarean atau peraduan Taman Ledok Sari, merupakan tempat yang dipergunakan sebagai tempat beristirahat Sri Sultan, disini terdapat air mengalir yang letaknya dibawah tempat tidur Sri Sultan beristirahat. Oleh masyarakat setempat tempat ini dianggap kramat.
g.    Gedong madaran, disebut madaran karena tempat ini digunakan sebagai tempat menyiapkan hidangan untuk Sri Sultan bersama keluarganya.
h.     Gedong carik, carik yang berarti orang yang berkewajiban untuk tulis menulis, sebagai tempat orang-orang yang punya kewajiban tulis menulis.
i.      Pongangan Peksi Beri, pada bangunan ini terdapat patung burung garuda yang dinaiki batara wisnu, dan dari paruh burung garuda itu keluar air. Dan pongangan ini dipergunakan sebagai pelabuhan, dari laut buatan.
j.      Pongangan pelabuhan, sebuah pongangan yang menjorok yang digunakan bila orang mau naik turun dari perahu setelah bermain di air laut buatan.
k.    Dll.
Itulah sekilas cerita mengenai bangunan Pesanggrahan Tamansari Yogyakarta. Buku ini sangat menarik, isinya praktis dan memberi banyak manfaat khususnya dalam hal kebudayaan. Dengan demikian anak-anak zaman sekarang dapat mengetahui sejarah mengenai bangunan-bangunan bersejarah yang ada di Indonesia, yang harus dilestarikan. Dalam buku ini juga dilengkapi dengan denah Pesanggrahan Tamansari dan juga dilengkapi dengan gambar-gambar bangunannya sehingga ini menarik dan memberikan gambaran, misalnya bangunan lorong bawah tanah itu bentuknya seperti ini. Jadi pembaca tidak berkhayal bentuknya seperti apa, karena sudah dicantumkan gambarnya. Sedangkan sedikit kekurangan dari buku ini juga tidak menjelaskan secara lengkap sejarahnya kenapa bangunan Pesanggrahan Tamansari ini tidak digunakan lagi, atau pada masa pemerintahan siapa mulai tidak digunakan lagi, karena sebagai pembaca, ini juga ingin mengetahui hal tersebut. Tetapi dengan kekurangan tersebut, tidak membuat pengurangan pelajaran yang dapat diambil dari buku ini untuk dibaca.
Beberapa gambar bagian-bagian Tamansari






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Book Review


Judul buku : Keajaiban Shalat Subuh
Pengarang : Imad Ali Abas Sami Husain
Halaman     : 167 halaman
Penerbit     : Wacana Ilmiah Press




Keajaiban Shalat Subuh
Shalat subuh ya….shalat dimana kebanyakan orang muslim enggan, malas mengerjakan berjamaah di masjid dengan berbagai alasan, dingin, ngantuk, terlebih jika musim hujan kebanyakan lebih memilih untuk tidur kembali. Kita tahu sendiri kalau shalat magrib, isya, jum’at, masjid-masjid serasa sesak penuh akan jamaah, itu sungguh luar biasa. Tetapi saat shalat subuh, masjid hanya terdiri dari satu shaf, setengah atau bahkan sedikit lagi jamaahnya, dan kebanyakan jamaah terdiri dari mereka yang punggungnya telah membungkuk, tulang-tulangnya sudah mulai rapuh, serta rambutnya yang sudah memutih dan jarang sekali terlihat pemuda yang berada disana.
Shalat subuh sendiri diambil dari kata shobuha-yasbuhu-ishbahan wa shobihan. Shobuha yang artinya wajah yang bersinar dan menawan, sedangkan al-ishbah adalah waktu pagi. Untuk itu waktu shalat subuh adalah ketika terbitnya fajar. Rasulullah menjelaskan bahwa masuk waktu fajar ketika (warna gelap diakhir malam yang sudah bercampur dengan putihnya cahaya pagi). Dan akhir waktu fajar yaitu ketika matahari terbit. Hokum melaksanakan shalat sebelum masuk waktunya hukumnya tidak sah (menurut mayoritas ulama), baik secara sengaja atau tudak tahu sudah melaksanakan sebagian atau seluruhnya.
Keutamaan shalat subuh sungguh banyak sekali, diantaranya shalat subuh merupakan shalat yang disaksikan oleh Malaikat Allah. Allah memberikan balasan dari pelaksanaan shalat subuh dengan ditinggikan derajat dan dinaikkannya kedudukan. Jika diuraikan ada beberapa keutamaan dari shalat subuh, antara lain;
a.       Shalat subuh merupakan factor dilapangkannya rezeki.
Madksud dari dilapangkannya rezeki bahwa ketaatan kepada Allah dengan cara menjaga untuk terus dalam melaksanakan shalat subuh secara berjamaah secara konsisten, akan mendatangkan taufik dari Allah sehingga nantinya seseorang akan mendapatkan keridhoan dan kelurusan sari Allah yang pada sisa harinya mendapatkan pertolongan dan kemudahan dalam segala urusannya. Allah memberitahukan kepada kita bahwa rezeki bisa bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
b.      Shalat subuh menjaga diri seorang muslim.
Berarti seorang muslim yang melaksanakan shalat subuh selalu dalam lindungan, penjagaan dan pemeliharaan Allah. Oleh karena itu para pemuda yang takut terkena fitnah dengan wanita, mulailah harinya dengan shalat subuh niscaya akan berada dalam lindungan Allah. Untuk orang yang ingin keluar rumah untuk berpergian  namun khawatir akan bahaya dan perasaan tidak enak ketika dijalan maka mulailah harinya dengan shalat subuh niscaya selalu dalam perlindungan dan penjagaan Allah. Untuk orang yang khawatir akan anak-anaknya kelak masuk neraka, laksanakanlah shalat subuh, perintahkanlah juga keluarganya untuk melaksanakannya niscaya orang itu dan anknya berada dalam jaminan Allah.
c.       Shalat subuh sama halnya dengan shalam malam semalam suntuk.
Seorang muslim dimana ia melaksanakan shlat isya secara berjamaah maka pahala yang didapatnya seperti pahala shalat selama setengah malam, dan jika melaksanakan shalat subuh berjamaah maka mendpatkan pahala seperti shalat semalam suntuk.
d.      Shalat malam adalah tolak ukur keimanan.
Mengukur keimanan seseorang tidaklah sulit, cukup mengukuranya dengan shalat subuh, shalat isya,karena kedua shalat ini merupakan tolak ukur kejujuran dan iman seseorang serta mengukur sejauh mana keikhlasannya. Sebab selain kedua shalat ini mudah dilakukan setiap muslim. Meskipun demikian ukuran keimanan seseorang tidak hanya dilihat dari melaksanakan shalat subuh dan isya berjamaah saja, tetapi masih ada ukuran yang lebih detail lagi.
e.      Shalat subuh adalah penyelamat dari neraka.
Ini merupakan ketetapan dari Rasulullah bahwa siapa yang melaksanakan shalat subuh dan asar, maka ia tidak akan masuk meraka dengan izin Allah.
f.        Shalat subuh adalah salah satu penyebab seseorang masuk surga.
Menurut sabda Rasulullah siapa yang melaksanakan 2 shalat bardain, ia akan masuk surga. Shalat bardain adalah shalat subuh dan asar, disebut shalat bardain karena keduanya dilaksanakan pada waktu dinginnya siang, tepatnya pada kedua ujung siang, ketika suasana tidak ada terik panas.
g.       Shalat subuh merupakan kesaksian, bukti khususnya bagi yang konsisten melaksanakannya.
Diantara keutamaan shalat subuh adalah Allah menjadikan sebagai kesaksian, bukti khususnya bagi orang yang konsisten melaksanakannya. Karena shalat subuh merupakan shalat yang disaksikan oleh para malaikat, selain shalat subuh, adalah shalat asar.
h.      Shalat subuh adalah kunci kemanangan.
Dahulu Rasulllah ketika hendak berperang, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh atau beliau akan mulai perang dipagi hari, beliau menunggu sampai siap dan menunggu waktu shalat tiba. Sehingga disini nampak faedahnya diakhirnya mendapat kemenangan atas kaum Yahudi. Karena waktu shalat adalah saat kemungkinan besar doa akan dikabulkan.
Itulah beberapa keutamaan shalat subuh yang disebutkan dan dijelaskan dalam buku ini, jika disebutkan semua ketutamaan-keutanaannya sungguh banyak tidak bisa terhitung lagi. Selain keutamaan shalat subuh selanjutnya mengenai kiat-kiat untuk memelihara pelaksanaan shalat subuh secara konsisten. Dalam buku ini kurang lebih terdapat 14 kiat untuk memelihara shalat subuh. Yang pertama, tidur lebih awal, Nabi membenci orang-orang yang tidur sebelum isya dan mengobrol setelah isya. Orang yang tidur sebelum isya  pada malamnya biasanya menjadi malas dan orang muslim sebaiknya jangan mengobrol setelah isya. Hal ini dimakruhkan karena biasanya akan membawa untuk begadang semalaman, sehingga ketika tersadar tidak sanggup untuk bangun shalat malam atau tidak bisa melaksanakan shalat subuh pada waktunya. Yang tidak diperbolehkan disini adalah mengobrol yang tidak ada manfaatnya. Tetapi jika mengobrol mengenai hal-hal yang didalamnya terdapat kebaikan maka diperbolehkan. Sebagai contoh berbicara dalam rangka mempelajari ilmu dan lainnya. Kedua niat yang tulus dan tekad yang kuat ketika akan tidur, ketika akan tidur niatkanlah untuk bangun guna melaksanakan shalat subuh. Ketiga bersungguh-sungguh dalam bersuci dan membaca dzikir sebelum tidur, ini termasuk cara yang mempermudah seseorang untuk bisa melaksanakan shalat subuh bersuci dan berdzikir menjamin kebugaran badan seseorang (fisik dan rohani). Keempat berdzikir kepada Allah ketika terbangun dari tidur, ketika terbangun dari tidur segerakanlah berdzikir kepada Allah dengan begitu ia akan terdorong untuk bangun, berwudhu dan shalat, dengan begitu ia berhasil menyingkirkan shetan. Pada pagi harinya juga akan dalam keadaan segar dan bersemangat. Kelima meminta bantuan keluarga atau orang disekitarnya untuk membangunkan, misalnya sebelum tidur berpesan kepada orang yang ada disekitarnya untuk membangunkan. Misalnya jika dirumah minta tolong ibu, ayah atau saudara. Jika di kost atau pondok minta tolong teman untuk membangunkan. Keenam menggunakan alat-alat, contoh paling sering dengan jam beker atau alaram di HP. Ketujuh tidak banyak makan sebelum tidur, karena banyak makan merupakan salah satu faktor paling utama penyebab malas untuk bangun tidur. Hendaknya makan malam selepas magrib sehingga makanan yang tercerna ketika melaksanakan shalat isya. Kedelapan tidur disiang hari, dengan istirahat disiang hari akan menjadikan tidur dimalam hari menjadi stabil. Kesembilan jagan tidur sendirian, jangan tidur sendirian disini yang artinya tidur ditempat yang jauh , yang tidak pernah terbayang kalau ada orang yang mau tidur disana. Contohnya tidur diatas loteng rumah. Kesepuluh memercikkan air di wajah orang yang tidur, dengan memercikkan air kewajah orang yang tidur akan menjadikan bersemangat yang mengusir kemalasan. Tetapi jika dengan menggunakan cara ini yang membangunkan harus bersikap bijak, karena biasanya jika orang tidur dan dibangunkan dengan cara yang keterlaluan maka akan marah. kesebelas Menyalakan penerang dan lampu listrik, dengan menyalakan lampu ketika terbangun bisa mengusir ngantuk karena ada cahaya yang terang dari lampu tadi. keduabelas Tekad yang kuat untuk bangun, caranya ketika bangun langsung meloncat bangun, jangan bangun setahap demi setahap karena biasanya justru akan tidur kembali. Ketigabelas jangan salah dalam mempraktikan sunnah “berbaring”, terkadang jika seseorang  telah selesai melaksanakan shalat sunnah lalu berbaring sejenak, tetapi berbaringnya justru kebablasan tidur sampai matahari terbit. Supaya tidak terjadi hal demikian maka harus berbaring sesuai cara yang dilakukan oleh Nabi yaitu  dengan berbaring kekanan dengan meletakkan kepala pada telapak tangan sembari menegakkan lengannya. Keempatbelas membantu diri dengan berbuat taat kepada Allah di siang hari, setiap orang yang berada didalam jalan ketaatan maka Allah akan memberinya kemudahan.
Buku ini disusun atas keprihatinan penulis atas diremehkannya shalat subuh padahal dibalinya terdapat keistimewaan yang luar biasa. Buku ini memuat kiat praktis melaksanakan shalat subuh berjamaah , keistimewaan shalat subuh yang dilengkapi dengan ayat al-Quran dan hadist sebagai pedoman. Buku ini juga disusun menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh pembaca dan isinya pun sesuai dengan kebiasaan masyarakat sehingga mudah dilakukan. Dibalik kelebihan-kelebihan yang diberikan buku ini, juga masih terdapat kekurangan yang tidak begitu berpengaruh. Jika dilihat dari judulnya “keajaiban shalat subuh”,  judul ini berlaku umum, untuk shalat subuh yang dilakukan berjamaah di rumah, masjid atau sendirian dirumah. Tetapi dalam buku ini hanya dijelaskan melaksanakan shalat subuh di masjid. Lalu bagaimanakah jika orang yang melakukan shalat subuh tepat waktu di rumah secara berjamaah. Tetapi dengan kekurangan itu tidak mengurangi isi dari buku yang luar biasa ini, untuk menambah koleksi buku agama dirumah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS