Judul Buku : Pelangi Kesabaran
Pengarang : Abu Sahla
Penerbit : PT Elex Media Komputindo Jakarta
Tebal Buku : 201 halaman
"Pelangi Kesabaran"
Sabar adalah sebuah kata yang mudah untuk diucapkan di lisan tetapi sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena kehidupan manusia tidak pernah luput dari ujian dan cobaan, oleh karena itu Allah memerintahkan kita untuk sabar. Jika dilihat dari pengertian, sabar yaitu ketika emosi kita bisa menguasai emosi tersebut, ketika emosi yang sebenarnya kita mampu melakukan sesuatu tetapi kita tetap sabar, tidak bergegas membalas kemarahannya kepada orang lain. Sedangkan pengertian lainnya yaitu menahan diri atas 3 perkara, yaitu sabar dalam menaati Allah, sabar dari hal-hal yang diharamkan Allah dan sabar dalam menerima takdir Allah yang tidak menyenangkan.
Untuk menguji kesabaran seseorang Allah beri cobaan dan ujian kepadanya, seperti kata pepatah semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang menerpanya, jika seseorang semakin tinggi keimanannya semakin tinggi pula cobaan yang diberikan kepadanya. Untuk sabar atau tidak tergantung keimanan seseorang tersebut. Kesabaran seseorang akan benar-benar merasa di uji ketika seseorang itu mengalami musibah yang datang tak terduga-duga. Sebagai contoh ketika orang yang kita sayang pergi untuk selamanya ke hadapan Allah Swt, serasa tidak percaya tetapi hal itu benar-benar terjadi, kita ingin marah, ingin teriak tapi kita harus ingat akan Allah, Dia-lah yang menciptakan dan Dia-lah yang berhak mengambilnya kembali. Mau tidak mau yang bisa dilakukan adalah bersabar dan ikhlas. Selain itu, mari kita ingat beberapa tahun lalu gempa mengguncang hebat di bumi Sumatra Utara, dengan hitungan detik, bangunan megah hancur, suara teriakan dan tangis terdengar dimana-mana, darah segar mengalir membasahi tanah, ribuan jiwa menjadi korban. Itulah gambaran musibah yang tak pernah terduga, dan tak pernah seorang pun mengira akan datangnya musibah itu. Tetapi semua bencana, musibah, Allah telah menetapkannya 50 ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan oleh-NYA. Rasa panik pazti yang dirasakan pada saat musibah itu datang, padahal dengan kepanikan tersebut yang semakin membuat banyak korban yang berjatuhan. Ketika tsunami merebak, hampir semua orang berlari menyelamatan diri. Tapi kemanakah harus berlari ketika musibah seperti ini datang, kebanyakan orang teriak kearah utara cari tempat yang lebih tinggi,.. tapi adakah orang yang berteriak berlari kepada Allah, tidak ada tempat berlindung selain kepada Allah. Wajar karena panik ingin menyelamatkan diri pasti yang terlintas dalam pikiran saat itu hanyalah lari ketempat yang lebih tinggi supaya tidak terkena tsunami, itu merupakan sesuatu yang sangat manusiawi. Semua musibah yang diberi olah Allah kepada umatnya, tak lain karena Allah ingin mengingatkan kepada kita semua. Tak semua musibah itu membawa kesengsaraan, ada pula musibah justru merupakan jalan menuju surga. Hal ini diceritakan oleh nabi Ibrahim Saw, ketika anaknya meninggal dunia, ia menangis, bersedih karenanya. Tetapi musibah bagi orang yang beriman, pada hakikatnya adalah tiket untuk masuk surga. Karena orang beriman jika tertimpa musibah, bencana ia bersabar dan rida dalam mengadapinya, maka ia akan mendapatkan ganjaran pahala yang besar.
Sebab datangnya musibah, antara lain:
a. Allah menurunkan bencana atas perbuatan maksiat dan pelanggaran manusia atas perintah-NYA.
b. Banyaknya perbuatan syirik di negara-negara islam, banyak dari umat islam sendiri ketika ditimpa musibah mereka memohon pertolongan selain kepada Allah, hal ini menimbulkan banyak fitnah dan ujian, musibah ini akan hilang ketika manusia kembali mentauhidkan Allah, dan menegakkan syariat-syariat Allah baik pada diri sendiri maupun kepada sesama.
c. Musibah itu datang karena disebabkan oleh perbuatan tangan manusia sendiri, banyak kerusakan-kerusakan di bumi disebabkan karena perbuatan manusia, Allah memberikan kepada manusia bencana, musibah sebagai akibat dari perbuatan sendiri, agar manusia kembali kejalan yang benar.
Adapun cara untuk menghadapi musibah, antara lain:
a. Mengucapkan kalimat istirja’, yaitu mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.
b. Berdoa, nabi mengajarkan setelah mengucapkan kalimat istirja’ lalu membaca doa, yaitu allahumma’ jurnii fii mushiibatii wa akhliflii khairon minba. (Ya Allah berilah dalam musibahku ini, dan berilah ganti bagiku yang lebih baik padanya).
c. Bersabar atas musibah yang menimpanya. Yang dimaksud bersabar disini yaitu tidak menggerutu di dalam hati, menahan lisan dari ucapan yang tidak pantas, menjaga tangan untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang (manampar-nampar pipi, merobek-robek baju dan lain-lain).
d. Melakukan muhasabah (instropeksi diri), manusia merupakan makhluk yang lemah, yang tak luput dari salah dan dosa. Jadikanlah kesempatan kita hidup di bumi ini untuk segera bertobat kepada Allah atas segala kesalahan dan dosa, karena sesungguhnya Allah Maha Pemurah dan penerima tobat.
Hikmah dibalik musibah
Datangnya musibah itu merupakan suatu nikmat, karena dengan musibah dihapuskannya dosa-dosa , dengan kesabaran dalam menjalaninya orang tersebut justru akan mendapat pahala. Allah memberi musibah sebagai penghapus dosa dan kesalahan, ini merupakan nikmat yang paling agung. Maka hakikatnya seluruh musibah merupakan rahmat dab nikmat bagi manusia, kecuali musibah itu justru menyebabkan orang tersebut terjerumus dalam kemaksiatan yang lebih besar dari pada sebelum ia tertimpa musibah. Sesungguhnya orang-orang yang mendapat ujian kemiskinan, sakit, terluka, mengajarkan dengan cobaan tersebut agar tetap sabar dan tunduk untuk melaksanakan perintah-NYA. Barang siapa yang diuji dengan musibah, cobaan, bencana, lalu diberinya kesabaran oleh Allah maka sabar itu nikmat yang luar biasa. Karena dibalik kesabarannya Allah akan menghapus dosanya dan akan mendapat pujian-NYA.
Kisah –kisah kesabaran yang dilakukan oleh orang-orang shaleh
Dengan mencontohkan kisah-kisah kesabaran yang dilakukan oleh orang-orang shaleh, diharapkan ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua, dan diharapkan juga kita dapat mencontoh kesabaran untuk menjalankan kehidupan didunia ini. Kisah ini di angkat dari beberapa nabi, antara lain nabi Muhammad, nabi Nuh, nabi Ibrahim dan nabi Musa.
a) Kisah kesabaran Nabi Muhammad Saw.
Nabi Muhammad merupakan penghulu para Nabi dab Rasul, dan cobaan yang dihadapinya tidak kalah beratnya dengan nabi-nabi terdahulu. Ujian dan cobaan di mulai dari beliau diangkat menjadi nabi dan rasul sampai beliau wafat, dan semua ujian dan cobaan itu beliau hadapi dengan penuh kesabaran. Dalam buku ini dikisahkan ujian nabi terhadap orang arab badui, dimana nabi saat berjalan, tiba-tiba kain yang dikenakannya ditarik sampai bekas tarikannya membekas pada leher beliau, setelah menarik kain nabi, arab badui itu berkata kepada nabi, untuk menyerahkan sebagian harta yang dimiliki nabi, apa yang terjadi nabi pun membalas dengan senyuman dan mengabulkan permintaannya, dalam kisah ini terlihat jelas bahwa nabi memiliki kesabaran yang luar biasa.
b) Kisah kesabaran Nabi Nuh as.
Tantangan nabi Nuh sebagai rasul yang pertama kali diutus ke muka bumi adalah ketika beliau diutus memusnahkan kaum yang menumbuhkan kesyirikan di bumi. Dengan perjuangan yang panjang dan berat, dan dengan kesabaran beliau meraih kemenangan di dunia dan akhirat.
c) Kisah kesabaran Nabi Ibrahim as.
Nabi Ibrahim mendobrak keangkaramurkaan yang dilakukan oleh bapaknya sendiri, ia diusir oleh bapaknya, beliau pun di lempar kedalam kobaran api yang sangat dahsyat, namun sia-sia perbuatan mereka, karena nabi Ibrahim atas ijin Allah, beliau tetap selamat. Disisi lain beliau harus menerima ujian yang lebih pahit lagi, yaitu beliau mendapat amanat dari Allah untuk menyembelih putra yang disayanginya. Karena kesabaranlah nabi Ibrahim diselamatkan dari semua ujian dan cobaan yang menimpanya.
d) Kisah kesabaran Nabi Musa as.
Tantangan yang dihadapi oleh nabi Musa tidak jauh berbeda dengan pendahulunya. Anak-anak dari nabi Musa di bunuh oleh raja Fir’aun, yang menurut Fir’aun anak-anak dari nabi Musa dapat menggoyahkan tahta kekuasannya. Dengan kesabaran sebagai kuncinya, beliau dibebaskan dari segala bentuk tantangan dan ujian yang sangat berat tersebut.
Itulah kisah-kisah kesabaran yang dilakukan oleh para nabi, mudah-mudahan dengan kisah tersebut kita semua dapat menjadikannya pelajaran dalam menjalani kehidupan ini.
Keutamaan sabar
Sabar merupakan ibadah yang mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilakukan. Karena itu Allah memberikan ganjaran besar kepada orang-orang yang bersabar. Keutamaan dari orang-orang yang bersabar, antara lain;
a. Allah menyukai orang-orang yang mempunyai sifat sabar dan tenang.
b. Kesabaran ditulis sebagai kebaikan dan ditinggikan derajatnya.
Apabila seseorang yang ditimpa musibah atau diuji oleh Allah dan kemudia ia bersabar, maka Allah akan mengganjar kesabarannya dengan pahala dan akan ditinggikan derajatnya.
c. Jalan menuju surga.
d. Dibangunkannya rumah di surga dengan nama baitul hamd (rumah pujian)
e. Mendapatkan pertolongnan Allah.
Orang yang sabar akan mendapatkan pertolongan dari Allah, sebagaimana yang terdapat dalam Qs. Al-Baqarah:249).
f. Mendapatkan shalawat, rahmat serta petunjuk dari Allah.
g. Sabar adalah kunci kesuksesan.
h. Orang yang sabar diberikan ganjaran yang tanpa batas.
i. Orang yang sabar akan mendapatkan ampunan dari Allah
j. Orang yang sabar juga mendapatkan martabat yang tinggi di dalam surga.
Kiat-kiat untu menumbuhkan sabar
Sabar itu sulit dan kebanyakan orang susah untuk melakukannya. Tetapi kesabarabn harus ada dan diwujudkan, adapun kiat-kiat untuk menumbuhkan kesabaran adalah ikhlas dan mengharapkan keridhaan Allah dalam bersabar; bertekad kuat dan memiliki motivasi yang tinggi maka Allah akan menghadapi kesulitan dan kesusahan dengan bersabar insya Allah, Allah akan memberikan kemudahan; yakin dan percaya akan mendapatkan solusi dan kemudahan karena Allah telah menjadikan dua kemudahan dalam satu kesulitan; mengetahui besarnya balasan dan pahala dari kesabaran; memohon pertolongan dan berlindung hanya kepada Allah dengan meyakini bahwa yang terjadi merupakan takdir Allah; mengetahui kebaikan dan manfaat perintah Allah dan keburukan ada pada larangan Allah. Itulah kiat-kiat yang ada di dalam buku untuk menumbuhkan rasa sabar pada diri manusia.
Buku ini menjelaskan hakikat dan makna dari kesabaran yang sebaiknya hal itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari walaupun itu sulit, tetapi harus berusaha untuk bisa melakukannya. Layaknya indahnya pelangi, ketika kesabaran berhasil dilakukan akhirnya berbuah seperti yang dijanjikan oleh Allah, yang sudah dijelaskan di atas. Buku ini bagus dibaca oleh siapapun yang ingin mengetahui mengenai kesabaran, bahasa yang dipakai juga sederhana, praktis sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Isinya pun memberi motivasi bagi pembaca untuk tetap berusaha bersabar dalam menghadapi masalah walaupun itu sulit untuk dilakukan serta diberi penjelasan dan pernyataanya pun di lengkapi dengan dalil-dalil dalam al-Quran, sunnah ataupun hadits. Itulah kelebihan yang diberikan dari buku tersebut. Untuk kelemahannya yaitu dalam penyebutan dan penulisan Allah Subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, menurut pendapat saya penulisannya terlalu panjang, jika ditulis Allah Swt. dan Rasulullah Saw. itu cukup karena secara reflek pembaca akan membaca seperti apa yang dituliskan secara lengkap walaupun penulisannya di singkat. Secara keseluruhan buku ini bagus dan memberikan banyak pelajaran. (Ari Dyah)









0 komentar:
Posting Komentar